Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

Kemenristekdikti Rencanakan Pangkalan Data Berbasis 4,5G

Rabu 06 July 2016 15:41 WIB

Rep: C36/ Red: Yudha Manggala P Putra

Pekerja memasang perangkat untuk mendukung teknologi jaringan seluler Fourth Generation Technology (4G) di salah satu Based Tranceiver Group (BTG) di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (17/5).

Pekerja memasang perangkat untuk mendukung teknologi jaringan seluler Fourth Generation Technology (4G) di salah satu Based Tranceiver Group (BTG) di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (17/5).

Foto: Antara/Basri Marzuki

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir, mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan sistem pangkalan data pendidikan tinggi berbasis jaringan 4,5G. Sistem tersebut rencananya akan terintegrasi dengan ponsel hasil rakitan dalam negeri.

"Kami sudah bertemu dengan owner sistem jaringan itu beberapa waktu lalu.  Kami sampaikan keinginan agar teknologi 4,5G bisa diintegrasikan dengan ponsel rakitan dalam negeri," ujar Nasir kepada Republika di Jakarta, Rabu (6/7).

Setelah terintegrasi, lanjut Nasir, teknologi tersebut akan digunakan untuk mendukung sistem pangkalan data pendidikan tinggi yang diperuntukkan bagi mahasiswa, calon mahasiswa dan dosen. Teknologi 4,5G digunakan agar seluruh data pendidikan dapat diakses secara luas oleh masyarakat Indonesia.

Menurut Nasir, saat ini ada sekitar tujuh juta mahasiswa dan 300 ribu dosen yang membutuhkan sajian informasi data pendidikan tinggi. "Dengan sistem informasi terpadu yang lebih mudah diakses lewat ponsel pintar, perkembangan informasi  dan masalah di tingkat pendidikan tinggi lebih mudah dijangkau masyarakat. Kami pun secara berkala akan menginformasikan perihal update beasiswa bagi para mahasiswa," tutur Nasir.

Lebih lanjut Nasir menjelaskan, pihaknya juga telah mencanangkan program swadesi penggunaan ponsel rakitan dalam negeri. Program jangka panjang ini ke depannya bertujuan meningkatkan transformasi teknologi dalam negeri.

"Masyarakat Indonesia harus cinta produk hasil rakitan dalam negeri. Dengan begitu, ada dorongan untuk meningkatkan produk dalam negeri ini," tambah Nasir.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA