Kamis, 9 Ramadhan 1439 / 24 Mei 2018

Kamis, 9 Ramadhan 1439 / 24 Mei 2018

5G LTE : Komunikasi Makin Interaktif dan Responsif

Jumat 28 Agustus 2015 21:01 WIB

Rep: nursyamsi/ Red: Taufik Rachman

5G

5G

Foto: Cnet

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam Intel Developer Forum 2015, eksekutif Intel dan pakar industri menjelaskan kemampuan jaringan 5G akan memungkinkan layanan yang lebih cepat, berkurangnya jeda waktu dan lebih banyak perangkat terhubung di seluruh dunia. Komunikasi menjadi interaktif dan responsif.

Corporate Vice President and General Manager of the Communication Intel and Devices Group Aicha Evans mengatakan, dengan teknologi 5G, akan lebih mudah terhubung dan tetap terhubung.

"Kami menyebut teknologi 5G merupakan perpaduan dari semua teknologi nirkabel. Penyatuan jaringan yang sudah ada ini, mulai dari 2.5G, 3G, 4G, LTE atau Wi-Fi, akan mengubah cara kita berkomunikasi dan berinteraksi dengan dunia," ujarnya dalam Siaran Pers yang diterima Republika, Jumat (28/8).

Bersama dengan Vice President and General Manager of Intels Network Platforms Group Sandra Rivera, Evans membahas cara-cara di mana teknologi 5G akan memungkinkan berbagai kemampuan baru termasuk  Internet of Things (IoT).

Dengan teknologi 5G, lanjutnya, komunikasi akan menjadi interaktif dan responsif. Evans percaya pada 2020, ketika teknologi 5G akan terhubung secara global, sekitar 50 miliar "things" akan terhubung.

Ia membayangkan mobil berkendara sendiri memiliki kemampuan berkomunikasi dengan lampu lalu lintas, sistem sensor kota cerdas, peralatan rumah cerdas, sistem otomasi industri, inovasi kesehatan terhubung, drone pribadi, robot dan banyak lagi. Ia menambahkan, semua hal tersebut perlu terhubungkan secara nirkabel dengan internet.

"Teknologi 5G akan membuat internet menjadi lebih efektif, lebih efisien dari perspektif efisiensi spektral," lanjutnya.

Evans memperkirakan, hari ini sekitar 30 sampai 40 persen dari populasi dunia terhubung dalam satu atau cara lainnya."Kami berharap selama 10 sampai 20 tahun ke depan seratus persen dari populasi dunia akan terhubung," sambungnya.

Melalui kemitraan dengan produsen peralatan dan perangkat, operator jaringan, penyedia layanan, lembaga akademik dan lain-lain, Intel bekerja sama dengan industri untuk mengatasi tantangan teknis utama di semua sistem.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA