Friday, 4 Sya'ban 1439 / 20 April 2018

Friday, 4 Sya'ban 1439 / 20 April 2018

Pemasok Apple Turun karena Lemahnya Permintaan iPhone X

Rabu 27 December 2017 20:15 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Winda Destiana Putri

Iphone X. Ilustrasi

Iphone X. Ilustrasi

Foto: Standard

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING --  Saham Apple Inc (AAPL.O) dan beberapa pemasok Asia jatuh pada hari Selasa (26/12) setelah sebuah laporan oleh Harian Ekonomi Taiwan dan beberapa analis mengatakan bahwa permintaan iPhone X bisa berada di bawah ekspektasi pada kuartal pertama.

Apple akan menurunkan perkiraan penjualan untuk iPhone X di kuartal menjadi 30 juta unit, turun dari yang dikatakannya sebagai rencana awal 50 juta unit, dilansir di Reuters, Rabu (27/12). Apple belum secara terbuka mengumumkan target penjualan kuartalan untuk iPhone X, yang mulai dijual pada bulan November dengan harga dasar 999 dolar AS di Amerika Serikat.

Juru bicara Apple mengatakan perusahaan tersebut tidak mengomentari rumor pasar. Saham Apple melonjak 45 persen tahun ini sebelum peluncuran iPhone X karena investor mengantisipasi minat pengguna iPhone yang telah bertahun-tahun sejak membeli yang baru.

Namun analis keuangan memiliki pandangan yang beragam mengenai apakah permintaan tersebut telah terwujud untuk perangkat premium, yang memiliki teknologi pengenalan wajah dan tepi untuk membuka kunci telepon. Saham Apple telah beringsut sedikit lebih rendah sejak debutnya di iPhone X. Saham tersebut turun 2,5 persen menjadi 170,57 dolar AS pada hari Selasa.

Dalam perjalanan ke China bulan ini, Chief Executive Apple Tim Cook mengatakan bahwa dia tidak bisa lebih bahagia dengan permintaan akan iPhone X di negara ini. Perusahaan tersebut juga telah mendeskripsikan pre-order untuk iPhone X sebagai "di luar grafik."

Perkiraan berapa banyak ponsel baru buatan Apple, dan berapa banyak yang akan dijualnya, sangat bervariasi. Pada produk yang lebih murah, JL Warren Capital yang berbasis di AS mengharapkan Apple untuk mengirimkan 25 juta unit iPhone X sebagai konsumen yang penuh dengan harga "tinggi" dan "kurangnya inovasi menarik."

Pada produk yang mahal, Loop Capital yang berbasis di Chicago memperkirakan pada minggu lalu sekitar 40 juta sampai 45 juta pada pengiriman kuartal pertama. Jefferies memperkirakan sekitar 40 juta penjualan di kuartal pertama.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA