Senin , 04 December 2017, 10:55 WIB

Pengguna Apple di Cina 1,8 Juta Orang

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Ani Nursalikah
Standard
Iphone X. Ilustrasi
Iphone X. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Kepala Eksekutif Apple Inc Tim Cook mengatakan pengembang yang menggunakan platformnya di Cina berjumlah 1,8 juta. Platform ini menghasilkan total 112 miliar yuan atau 16,93 miliar dolar AS setara dengan Rp 16 triliun yang juga mewakili sekitar seperempat dari total pendapatan App Store global.

Tim Cook berbagi data tersebut pada Ahad (3/12) dalam pidato di forum kebijakan siber dunia atas Cina, yang diselenggarakan oleh Administrasi Cyber Security China (CAC). Badan itu bertujuan mengawasi peraturan internet termasuk penyensoran.
 
Awal tahun ini, Apple mengatakan pengembang telah menghasilkan sekitar 70 miliar dolar AS dari total pendapatan melalui toko tersebut.
 
Apple menghadapi kritik dari pengguna lokal dan kelompok hak asasi manusia karena mengikuti tekanan dari regulator siber Beijing setelah memutuskan untuk menghapus ratusan aplikasi dari toko Cina tahun ini. Kondisi itu termasuk aplikasi perpesanan dan layanan jaringan pribadi virtual (VPN), yang membantu pengguna menjatuhkan China Great Firewall.
 
Apple memasukkan Cina sebagai wilayah terbesar ketiga dengan penjualan namun telah kehilangan pangsa pasar dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan tersebut berharap dapat memperoleh kembali momentumnya setelah merilis model Iphone 8 dan Iphone X yang dikirimkan pada November.
 
Raksasa teknologi AS ini sebelumnya mengatakan telah memindahkan data Cina ke server mitra lokal di provinsi Guizhou di Cina. Cook sempat datang ke Cina beberapa kali tahun ini, termasuk kunjungan Oktober lalu bersama para eksekutif juga bertemu dengan Presiden Xi Jinping, yang juga telah dibaginya pada konferensi Ahad kemarin.
 
Kehadiran Cook sangat menyoroti semua orang di konferensi tersebut karena menandai eksekutif tingkat tinggi pertama yang hadir dalam sejarah empat tahun acara. Turut hadir kepala eksekutif Google Sundar Pichai, yang juga menghadiri konferensi tersebut untuk pertama kalinya.