Jumat , 24 November 2017, 06:57 WIB

Teknologi Dukung Kebutuhan Travelling Generasi Milenial

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Indira Rezkisari
Wihdan Hidayat/Republika
Traveling
Traveling

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016, generasi milenial tercatat sebanyak 32 persen dari keseluruhan populasi di Indonesia. Pada lima hingga sepuluh tahun mendatang, generasi milenial pun diprediksi menjadi target utama dari industri pariwisata.

Dikenal sebagai generasi yang begitu dekat dengan teknologi, generasi milenial pun tidak ketinggalan untuk mengabadikan setiap momen dalam liburan mereka lewat smartphone. Bahkan, berdasarkan hasil surver dari Forbes, sekitar 39 persen generasi milenial menggunakan smartphone untuk mendokumentasikan perjalanan mereka, baik foto maupun video.

Dukungan terhadap kebutuhan travelling para generasi milenial ini pun diwujudkan Samsung lewat berbagai fitur di smartphone Samsung Galaxy A, yang sempat dirilis pada awal tahun ini. ''Samsung Galaxy A mendukung kreasi mereka yang tidak lepas dari dukungan kamera beresolusi tinggi dengan beragam fitur untuk mengabadikan gambar dan video di segala kondisi. Hal ini didukung dengan sertifikasi IP68 water dan dust resistant di Samsung Galaxy A,'' kata Head of IT and Mobile Samsung Electronics Indonesia, Denny Galant.

Tidak hanya itu, lanjut Denny, Samsung Galaxy A juga dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan milenial, yang memiliki karakter kuat dan unik, dengan semangat untuk terus mencoba hal-hal baru. Penggunaan Samsung Galaxy A oleh generasi milenial ini pun dituangkan dalam sebuah buku berjudul ''Born To Explore', yang diterbitkan berkat kolaborasi Samsung Electronics dan OMG Consulting.

Dalam buku itu diceritakan perjalanan backpaker ke Eropa. Mereka adalah Yoris Sebastian dan Dilla Amran. Selain itu, tiga orang yang mewakili berbagai karakter generasi milenial juga terpilih untuk mengikuti perjalanan ke delapan kota di empat negara Eropa.

''Smartphone Galaxy A menjadi senjata utama kami saat backpacking ke delapan kota di Eropa. Mulai dari menggunakan kamera untuk mengabadikan berbagai momen, browsing informasi ntuk mengetahui lebih banyak informasi tentang tempat yang kami kunjungi, hingga menavigasikan arah perjalanan kami, yang memang dibuat secara spontan,'' kata Dilla Amran, penulis buku ''Born To Explore'' sekaligus Managing Director OMG Consulting.


Berita Terkait