Senin , 25 September 2017, 10:08 WIB

Pemindai Portabel Ini Bisa Deteksi Tas KW

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Winda Destiana Putri
Odditycentral
Entrupy, perusahaan rintisan berbasis New York, AS, menciptakan pemindai portabel yang bisa memeriksa keaslian desain sebuah tas.
Entrupy, perusahaan rintisan berbasis New York, AS, menciptakan pemindai portabel yang bisa memeriksa keaslian desain sebuah tas.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Entrupy, perusahaan rintisan berbasis New York, AS, menciptakan pemindai portabel yang bisa memeriksa keaslian desain sebuah tas. Konsumen bisa menggunakan temuan ini untuk mendeteksi barang tiruan alias KW hanya dalam beberapa detik.

Berdasarkan data Organisasi Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi, industri pemalsuan telah merajalela secara global. Akumulasi pendapatannya diestimasi sekitar 460 miliar dolar AS, memalsukan merek mewah seperti Louis Vuitton atau Channel dan amat sulit ditengarai.

Teknologi pemindai dihadirkan Entrupy untuk membantu membedakan desain asli dengan barang "KW-super" yang tak kasat mata tersebut. Perangkat dilengkapi dengan pemindai kualitas tinggi dan teknologi deep-learning yang menjamin tingkat akurasi hingga 98,5 persen.

Pemindai Entrupy dapat terkoneksi dengan ponsel pintar dan terhubung dengan aplikasi khusus. Perangkat akan menganalisis material gambar hingga tingkat mikroskopis, membandingkannya dengan basis data jutaan foto milik lebih dari 30 ribu desainer tas di seluruh dunia.

Salah satu pendiri Entrupy, Ashlesh Sharma, menjelaskan bahwa teknologi ini adalah kombinasi dari pembelajaran mesin dan jangkauan mikroskopis. Beragam detail telah dimasukkan dalam basis data sehingga pemindai bisa secara otonatis menentukan keotentikan suatu produk.

"Algoritma mesin memperhitungkan titik data dari jutaan gambar mikroskopis terkait kualitas mendetail seperti tekstur, kontras, topologi, bentuk geometris, jumlah benang, artefak manufaktur, keausan, dan masih banyak lagi," kata Sharma, dikutip dari Oddity Central.

Meski penggunaannya terbatas pada tas rancangan desainer, teknologi tersebut telah sukses menguji keaslian onderdil mobil, ponsel, pengisi daya, headphone, jaket, sepatu, bahkan minyak mentah. Konsumen yang tertarik bisa membayar layanan bulanan dengan kisaran harga antara 99 sampai 999 dolar AS (sekitar Rp 1,3 juta hingga Rp 13 jutaan).

Berita Terkait