Ahad , 26 November 2017, 13:16 WIB

Sosok di Balik Kemenangan di Olimpiade Sains Internasional

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Budi Raharjo
Republika/Prayogi
Raden Ridwan Hasan Saputra memberikan materi pada kegiatan Fun Science For Teacher di Kantor Republika, Jakarta. (ilustrasi)
Raden Ridwan Hasan Saputra memberikan materi pada kegiatan Fun Science For Teacher di Kantor Republika, Jakarta. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,SINGAPURA -- Tuaian hasil membanggakan dicapai Ketua TIM klinik MIPA, Raden Ridwan Hasan Saputra, dengan kegigihan yang sangat yang kuat melalui cara berpikir supra rasional. Ia berhasil membawa lembaga binaannya, meraih lima perak dan tiga perunggu dalam ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) yang diselenggarakan pada 20 sampai 24 November 2017 di Singapura.

Menyikapi dengan pikiran terbuka dan jiwa yang ikhlas, bermacam rintangan dan ujian telah dilalui selama 16 tahun lembaga tersebut berdiri. Pada 2016 lalu, Klinik Pendidikan MIPA dipercaya menggelar kompetisi serupa di Kota Tangerang, Indonesia, yang dibuka Presiden RI Joko Widowo.

Pak Ridwan, sapaan akrabnya, tahun ini kembali mendapat kepercayaan mengirimkan siswa/siswi terbaik binaannya. Bukan menjadi halangan bagi Ridwan memiliki waktu pembinaan yang hanya selama 13 hari dengan fasilitas sederhana menjelang kompetisi. Ia terus berbagi ilmu dan memoles kemampuan pelajar Indonesia dalam menghadapi IMSO 2017.

Ridwan HS bercerita tentang latar belakang tim binaannya berdiri, beberapa pelajar merupakan hasil seleksi yang dibuat KPM dari kelas khusus dan Juara Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR). Bahkan dari pelajar tersebut ada yang tidak lolos OSN dan gagal mengikuti seleksi IMSO melalui jalur pemerintah. Namun nyatanya, setelah tim Ridwan bina, banyak di antara mereka memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita dan pengalaman berharga dalam ajang tersebut.

"Jika tujuan kita adalah Allah maka hal-hal yang tidak mungkin bisa jadi mungkin. Selama ini tujuan orang lomba adalah mendapatkan medali, padahal medali tersebut belum tentu diraih sesuai keinginan. Buat saya KPM bisa mengikutkan para siswanya ikut IMSO saja merupakan sebuah anugerah besar dari Allah dan ini sebagai bukti hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, karena tidak semua lembaga swasta bisa ikut IMSO," ujar ketua pelaksana IMSO tahun 2016.

Peraih anugerah Tokoh Perubahan Republika 2013 ini berharap pada tahun depan akan semakin banyak pelajar binaannya untuk mendapatkan kesempatan tampil pada IMSO tahun 2018, tentunya melalui tahapan seleksi yang dibuat KPM, salah satunya, Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI).

"Inilah sumbangsih lembaga KPM untuk negeri ini dalam menyiapkan bahtera di bidang pendidikan, karena bisa jadi suatu saat nanti, ada kemungkinan pemerintah akan mengurangi dana untuk lomba-lomba keluar negeri dan memfokuskan ke bidang lain," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Ridwan lembaga seperti KPM kemungkinannya yang akan tetap mengharumkan nama bangsa di bidang pendidikan lewat pembinaan terhadap anak-anak berbakat di bidang matematika dan sains.

Berita Terkait