Sabtu , 28 October 2017, 12:23 WIB

Uniknya Konsep Berjualan di Toko 'Jarang Untung'

Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Agung Supriyanto
Pengunjung melihat perhiasan dari batu yang dijual dalam pameran produk unggulan Usaha Kecil dan Menengah (UKM)Indonesia. ilustrasi (Republika/Agung Supriyanto)
Pengunjung melihat perhiasan dari batu yang dijual dalam pameran produk unggulan Usaha Kecil dan Menengah (UKM)Indonesia. ilustrasi (Republika/Agung Supriyanto)

REPUBLIKA.CO.ID, CIOMAS -- Umumnya, toko menjual berbagai macam produk dengan tujuan mendapatkan laba sebesar-besarnya. Namun, ada sebuah toko unik yang berlokasi di Pertokoan Madjoe No. 22 C, Jalan Raya Laladon, Ciomas - Kab. Bogor (dekat kantor Klinik Pendidikan MIPA) yang bernama 'Toko Jarang Untung'.

Toko ini menjual produk-produk UMKM juga produk yang berhubungan dengan matematika seperti, buku dan permainan matematika. Toko jarang untung ini digagas oleh Raden Ridwan Hasan Saputra. Ada hal besar yang ingin dikembangkan dari toko jarang untung. Raden Ridwan Hasan Saputra ingin memberikan pengalaman bisnis yang berbeda.

“Hanya ada satu slogan dari toko ini, yakni menguntungkan banyak orang dan orang kebanyakan,” kata Ridwan HS.

Ridwan HS membuka toko jarang untung karena keresahan batinnya terhadap perkembangan dunia bisnis, khususnya sektor UMKM. Dengan adanya toko jarang untung, dia ingin membantu banyak orang melalui sistem tolong-menolong. Pelaku UMKM dipersilakan menitipkan produknya, kemudian toko jarang untung yang akan menjual produk tersebut kepada konsumen sesuai harga yang diberikan penitip (pelaku UMKM).

"Sementara itu, konsumen boleh memberikan keuntungan seikhlasnya dari produk yang dibeli kepada toko jarang untung," ujar Ridwan HS.

Misal, pelaku usaha membuat makanan ringan dan menitipkan produknya dengan harga Rp 8.000,-, maka toko jarang untung akan menjualnya dengan harga Rp 8.000,00 serta mempersilakan pembeli memberikan keuntungan seikhlasnya ke toko jarang untung dengan memasukan uang seikhlasnya ke dalam kotak yang disediakan. Dengan memfokuskan pada sistem tersebut, Ridwan HS berkeyakinan ketika harganya murah, semakin banyak pembeli dan produk cepat laris. Disisi lain, pembeli dan penjual sama-sama diuntungkan.

Adapun demi memperkuat visi-misi dari toko jarang untung, Ridwan HS menetapkan persyaratan kepada pengusaha UMKM, yaitu produk merupakan hasil produksi sendiri dan memiliki ketekunan dalam beribadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Selain memiliki tujuan membantu banyak orang, toko jarang untung memiliki visi-misi yang dahsyat, yakni menyebarkan cara berpikir supra rasional. Masyarakat tentunya akan berpikir tentang keberadaan toko jarang untung, toko yang menerapkan konsep tolong menolong, tidak dapat untung besar, tetapi masih dapat bertahan. Misi tersebut yang akan mengajak masyarakat agar tidak melupakan ibadah karena dibalik kesuksesan suatu usaha, terdapat ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata dia.

Dikutip dari brosur penawaran, bagi masyarakat Bogor yang ingin menitipkan produknya di toko jarang untung dapat menghubungi nomor 081284585755 (Desi).