Kamis , 24 August 2017, 20:31 WIB

Guru Lanud Atang Sendjaja Dibekali Pelatihan Suprarasional

Red: Qommarria Rostanti
Dok istimewa
Raden Ridwan Hasan Saputra.
Raden Ridwan Hasan Saputra.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pengurus Cabang Lanud Atang Sendjaja menggelar pelatihan motivasi suprarasional dengan tema 'Meningkatkan Kinerja dan Rezeki dari Jalan yang tak Terduga'. Kegiatan ini dalam rangka HUT Yayasan Ardhya Garini ke-29.

Pada kesempatan tersebut, tampil sebagai narasumber utama, Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA sekaligus penulis buku Cara Berpikir Supra Rasional, Raden Ridwan Hasan Saputra. Acara pelatihan sendiri bertempat di Aula SMK Penerbangan Angkasa Bogor, Kamis, (24/8).

Ketua Yayasan Ardhya Garini, Kartina Wando, bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Acara ini diikuti 156 orang dari kalangan guru dan staf tata usaha SD, SMP dan SMKP di bawah naungan Yayasan Ardhya Garini. “Saya berharap pascakegiatan ini, terjadi perubahan cara pandang dan tentang makna hakiki keikhlasan dalam mengajar dan mendidik pelajar Sekolah Angkasa," kata dia. Selain itu, dengan konsep cara berpikir suprarasional, dia meyakini bahwa segala masalah yang dihadapi akan dimudahkan jalan keluarnya oleh Sang Maha Kuasa.

Kepala SMK Penerbangan, Letkol Tek Sri Harjanto, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bagus. Menurut dia, konsep berpikir suprarasional memiliki manfaat dengan atmosfer kehidupan pendidikan di sekolah. "Pesan utama dari sajian materi hari ini adalah niatkan segala aktivitas mengajar dan bekerja dalam koridor keikhlasan. Jangan menghitung berapa banyak yang sudah dilakukan, niscaya Tuhan yang Maha Kuasa akan memberikan hasil terbaik," ujar Sri.

Kesan positif disampaikan salah satu peserta, Febe Febriyanti, guru SD Angkasa. Dia mengatakan bahwa konsep berpikir suprarasional menjadi inspirasinya untuk mengajar. "Selain mengajar rutin di sekolah, banyak peluang-peluang baik yang akan saya lakukan, salah satunya dengan rutin berbagi ilmu, niscaya tabungan jiwa seorang guru akan semakin meningkat dan berkah," kata Febe.