Sabtu , 29 July 2017, 11:47 WIB

Indonesia Kirim 28 Siswa SD dan SMP Berlomba di InIMC

Rep: Dwi Murdaningsih/ Red: Reiny Dwinanda
Dok istimewa
Raden Ridwan Hasan Saputra, salad satu team leader siswa Indonesia dalam India International Mathematics Competition (InIMC).
Raden Ridwan Hasan Saputra, salad satu team leader siswa Indonesia dalam India International Mathematics Competition (InIMC).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia mengirimkan tim untuk ikut dalam kompetisi matematika di India. Ajang India International Mathematics Competition (InIMC) adalah lomba matematika Internasional yang sangat bergengsi ditingkat SD dan SMP.

Di tahun 2017 lomba ini dilaksanakan di kota Lucknow, India pada tanggal 25-31 juli 2017. Ada 27 peserta yang mengikuti InIMC tahun ini, yakni Afrika selatan, Australia, Bulgaria, Kanada, Cina, Siprus, Hongkong, India, Indonesia, Iran, Kazakstan, Korea, Laos, Malaysia, Meksiko, Mongolia, Nepal, Philipina, Rumania, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Tajikistan, Thailand, Uzbekistan, Vietnam, dan Zimbabwe.

Indonesia mengirimkan 28 siswa yang terbagi dalam tujuh tim yang terdiri dari empat tim SD dan tiga tim SMP. Anak-anak Indonesia sudah tiba pada tanggal 25 Juli lalu dan sudah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan dari mulai acara pembukaan, jalan-jalan melihat bangunan bersejarah di kota Lucknow, mengikuti Fuzzle Chalenge. Anak-anak pun sudah mulai berkenalan dengan makanan dan budaya India yang berbeda dengan Indonesia.

Tanggal 28 Juli 2017 adalah pelaksanaan test InIMC. Testnya terbagi dalam dua kategori, yaitu kategori Individu dan kategori tim. Test kategori Individu dilaksanakan pada pukul 10.00 waktu setempat, sedangkan test kategori tim dilaksanakan pukul 14.00. 

Siswa SD ditantang untuk menyelesaikan 15 soal dalam waktu 90 menit. Semua soal berbentuk isian singkat. Sedangkan siswa SMP harus merampungkan 15 soal dalam 120 menit. Soalnya terdiri dari 12 isian singkat dan tiga uraian. 

Untuk kategori tim, waktu pelaksanaan untuk SD dan SMP sama, yaitu 70 menit menyelesaikan soal 10 soal berupa lima pertanyaan isian singkat dan 5 pertanyaan uraian.

Salah satu peserta dari Indonesia, Luthfi Bima Putra yang merupakan siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 9 Petukangan Jakarta mengatakan  soal dalam lomba ini 50 persen susah dan 50 persen mudah untuk kategori individual. Sedangkan untuk soal tim relatif lebih banyak yang bisa dikerjakan. "Saya sudah merasa akrab dan kompak dengan teman-teman," kata Luthfi yang merupakan peraih medali emas pada Kompetisi Sains Madrasah (KSM).

Ridwan Hasan Saputra sebagai salah satu team leader dari Indonesia mengatakan lomba di India ini merupakan lomba yang sangat berat karena diikuti 27 negara. Dalam kompetisi ini, siswa tidak hanya mengadu kepintaran tetapi juga menguji ketahanan mental. Apalagi, cuaca, makanan dan kebiasaan orang di India berbeda dengan Indonesia.

Ridwan mengatakan keikutsertaan siswa yang berasal dari madrasah membuktikan bahwa siswa madrasah hasil dari KSM mampu berprestasi di level Internasional. 

"Semoga semua siswa Indonesia yang mengikuti lomba ini bisa memberikan hasil membanggakan bagi bangsa dan negara," ujar Ridwan yang juga merupakan Pimpinan dari Klinik Pendidikan MIPA. 

Hasil lomba ini akan diumumkan panitia pada tanggal 30 Juli 2017 di malam hari waktu India.