Jumat , 23 June 2017, 22:31 WIB

Ketua STHM: Cara Berpikir Supra Rasional untuk Semua Agama

Red: Gita Amanda
Ridwan Hasan Saputra berbagi ilmu supra rasional di Sekolah Tinggi Hukum Militer
Ridwan Hasan Saputra berbagi ilmu supra rasional di Sekolah Tinggi Hukum Militer

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Sebanyak 106 anggota TNI dan PNS dilingkungan Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM), mengikuti pelatihan cara berpikir supra rasional. Acara yang menghadirkan pembicara Ridwan Hasan Saputra ini digelar di Aula STHM Ditkumad, baru-baru ini.

Ketua Sekolah Tinggi Hukum Militer, Jakarta, Drs I Made Kantikha, S.H., M.H. mengatakan, tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk membangun kesadaran prajurit maupun PNS agar dapat bekerja lebih ikhlas. Acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan kinerja serta bernilai ibadah.

“Sosok Ridwan Hasan Saputra selaku pembicara dan pencetus konsep ini, sangat pas sekali, karena materi ini mudah dipahami dan saya kira dapat diterima seluruh suku, ras dan agama”, katanya.

Kantikha melanjutkan apabila ilmu ini dapat diterima dan dilaksanakan seluruh elemen masyarakat, maka sangat mungkin bagi masyarakat dapat mendapatkan rejeki dari yang tidak disangka-sangka. Menurutnya ini juga dapat mengubah nasib dan menciptakan hidup rukun antarumat beragama.

Salah satu peserta Pelatihan, Mayor Jajang Hasbullah selaku Kasi Pers STHM Ditkumad, berkomentar pelatihan ini membuka pemahaman baru dalam bekerja dan beraktifitas. Menurutnya dengan menjadikan Tuhan Yang Maha Esa sebagai majikan serta melaksanakan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing, maka setiap orang akan menyadari rezeki akan datang tanpa diduga.

"Maka kita harus menyakini bahwa rezeki dan kebaikan hidup akan menghampiri pada diri kita di masa yang akan datang," katanya.

Ridwan Hasan Saputra selaku pembicara dalam kesempatan tersebut mengaku, bersyukur karena dapat berbagi ilmu dan memberikan pencerahan kepada keluarga besar anggota TNI dan PNS di STHM Jakarta. Ia berharap ilmu supra rasional yang sudah disampaikan, hasilnya dapat berbuah manis dalam menciptakan kondisi kinerja yang lebih ikhlas.

"Lebih bijak dan lebih baik untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari”, ujar Ridwan melalui siaran persnya.