Sabtu , 20 Mei 2017, 16:48 WIB

Republika Gelar Fun Science untuk Guru

Rep: Singgih Wiryono/ Red: Karta Raharja Ucu
Republika/Prayogi
Peserta berfoto bersama mengikuti kegiatan Fun Science For Teacher di Kantor Republika, Jakarta, Sabtu (20/5)
Peserta berfoto bersama mengikuti kegiatan Fun Science For Teacher di Kantor Republika, Jakarta, Sabtu (20/5)

REPUBLIKA.CO.ID,

JAKARTA -- Republika kembali menggelar acara Fun Science. Namun, kali ini ada yang berbeda dari acara tersebut. Acara Fun Science yang biasanya diperuntukan siswa-siswi sekolah dasar, kini mengambil tema Fun Science yang dikhususkan untuk tenaga pengajar.

Bertema "Fun Science for Teacher, Cara Berpikir Suprarasional", gelaran acara Fun Science menampilkan pembicara Pembimbing Olimpiade Internasional, Raden Ridwan Hasan Saputra. Acara tersebut diikuti 50 tenaga pendidik dari berbagai Sekolah Negeri maupun Instansi Pendidikan.

Wakil Pimpinan Redaksi Republika, Nur Hasan Murtiaji mengatakan, acara Fun Science merupakan komitmen dari Republika untuk memajukan pendidikan Bangsa Indonesia. Sebagai media massa yang memiliki kewajiban edukasi pada masyarakat, Republika menghadirkan Fun Science yang kali ini dikhususkan untuk tenaga pengajar.

"Fun Science ini adalah acara rutin kami adakan dan merupakan bagian dari ikhtiar Republika untuk mengedukasi masyarakat, tentang peran pentingnya ilmu pengetahuan," ujarnya selepas membuka acara Fun Science for Teacher di Gedung Republika, Jalan Warung Buncir No. 37, Jakarta Selatan, Sabtu (20/5).

Hasan menjelaskan, acara Fun Science khusus untuk guru baru pertama kali digelar. Pengembangan acara Fun Science for Teacher, kata dia, merupakan hasil pandangan Republika terhadap dunia pendidikan khususnya di Indonesia.

"Karena menurut pandangan kami, untuk suksesnya pendidikan di sebuah negara itu tidak hanya anak didik yang berprestasi. Justru yang paling menentukan juga dalah peran dari tenaga pengajarnya, guru-gurunya," jelasnya.

Karena itu, kata dia, ketika guru memiliki metode yang tepat untuk mengajar dengan tepat, akan ada sebuah kemajuan dari pendidikan Indonesia. "Untuk itu kami kami menggandeng Ridwan Hasan Saputra sebagai trainer olimpiade matematika internasional, juga pendiri klinik pendidikan MIPA untuk bisa memberikan pencerahan tentang bagaimana seorang pendidik dalam memberikan pengajaran," kata dia mengakhiri.