Ahad , 29 Januari 2017, 19:46 WIB

18 Ribu Siswa Jatim Berjuang Masuk Final di Kompetisi Matematika

Rep: Binti Sholikah/ Red: Dwi Murdaningsih
Binti Solikhah/Republika
Ribuan siswa mengikuti babak semi final Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) di GOR UNESA, Jl Lidah Wetan, Surabaya, Ahad (29/1).
Ribuan siswa mengikuti babak semi final Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) di GOR UNESA, Jl Lidah Wetan, Surabaya, Ahad (29/1).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Sebanyak 18 ribu siswa di Jawa Timur mengikuti babak semi final Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) yang digelar oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Ahad (29/1). Babak semi final di Jatim dilaksanakan di lima lokasi, masing-masing Surabaya, Jombang, Malang, Lumajang, dan Jember.

Ketua Panitia KMNR Jatim, Muhammad Arodhi mengatakan KMNR ke-12 ini merupakan ajang yang diselenggarakan setiap tahun. Siswa yang mengikuti terdiri atas siswa SD kelas I-VI dan SMP kelas VII-IX dari berbagai sekolah. Secara nasional babak semi final dilaksanakan di 26 lokasi dengan peserta sekitar 26 ribu siswa.

“Hari ini di Jawa Timur dilaksanakan di lima lokasi, yakni Surabaya 6.000 peserta, Jombang 4.000 peserta, Malang 2.000 peserta, Lumajang 2.000 peserta, dan Jember sekitar 3.000 peserta,” kata Arodhi saat ditemui Republika.co.id di sela-sela pelaksanaan KMNR di GOR Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Jl Lidah Wetan, Surabaya.

Menurutnya, kompetisi ini bertujuan mencari bibit-bibit unggul untuk disiapkan mengikuti ajang olimpiade Matematika tingkat nasional maupun internasional. Tahapan dimulai dari uji soal MNR di sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan. Kemudian hasil tes dianalisis oleh KPM kemudian dikembalikan ke sekolah untuk dilihat kembali potensi masing-masing siswa. Selanjutnya, babak penyisihan di Jatim dilaksanakan di 27 kabupaten/kota dengan jumlah peserta 80 ribu siswa. Dari jumlah tersebut diambil 18 ribu siswa yang mengikuti babak semi final.

“Dari 26 ribu peserta se-Indonesia akan diambil 1.500 siswa yang akan masuk babak final rencananya diselenggarakan pada April 2017 di Bogor,” kata dia.

Nantinya, peserta yang masuk babak final akan memperebutkan lima piala emas, 10 piala perak, 15 piala perunggu dan sejumlah piala merit pada masing-masing kategori. Para siswa terpilih tersebut nantinya akan berkesempatan mendapat tiket untuk mengikuti ajang olimpiade Matematika di Singapura dan kompetisi lainnya.

“Siswa yang lolos ke final, di masing-masing kota akan difasilitasi oleh KPM untuk bisa dibina oleh guru. KPM Jatim juga akan mengundang semua perwakilan dari Jatim untuk karantina, biasanya di Surabaya,” kata Arodhi.

Ia menambahkan, selama ini agar dapat mengikuti olimpiade, siswa harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, KPM memfasilitasi para siswa yang memiliki potensi pelajaran Matematika agar dapat mengikuti olimpiade.

“Ini ajang kami mencari bibit-bibit terbaik anak bangsa dengan tanpa memikirkan biaya,” ucapnya.