Sabtu, 11 Ramadhan 1439 / 26 Mei 2018

Sabtu, 11 Ramadhan 1439 / 26 Mei 2018

Cara Polisi Inggris Identifikasi Tersangka dalam 1 Menit

Ahad 11 Februari 2018 09:40 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Dwi Murdaningsih

Fingerprint pada smartphone

Fingerprint pada smartphone

Polisi Inggris mengunakan fingerprint teknologi terbaru.

REPUBLIKA.CO.ID, WEST YORKSHIRE --Sistem pemindaian sidik jari (fingerprint) mobile terbaru, memungkinkan polisi untuk mengidentifikasi tersangka potensial dalam waktu kurang dari satu menit di tempat kejadian. Sistem ini melibatkan perangkat kecil yang terhubung ke smartphone yang sudah digunakan oleh petugas garis depan dan kemudian menggunakan Biometric Services Gateway  baru untuk mencari rekaman yang tersimpan di database polisi dan imigrasi.

Alat tersebut saat ini dikembangkan Polisi West Yorkshire, Inggris, bekerja sama dengan Home Office dalam sebuah ujicoba sistem. Kedua lembaga tersebut meluncurkan 250 pemindai ke petugas dalam beberapa pekan ke depan. The Home Office mengatakan, mereka mengharapkan 20 alat lagi untuk menggunakannya pada akhir tahun ini.

Sambil mendemonstrasikan perangkat, yang terlihat seperti dongle wifi mobile kecil, Chief Inspektur Ian Williams menyatakan, untuk pertama kalinya, mereka dapat mengidentifikasi seseorang di jalan melalui sidik jari mereka, melalui database tersebut. ''Kita bisa mendapatkan foto dari individu, kita bisa mendapatkan rekaman PNC (Police National Computer) lengkap dari individu juga yang memberi kita identifikasi yang benar-benar menyeluruh,'' ucap Ian, dikutip dari Independent, Ahad (11/2).

Ia menambahkan, sesaat setelah mengambil sidik jari, polisi mendapatkan hasil sampai memeriksa PNC dan foto dalam waktu kurang dari satu menit. Sehingga, dengan cepatnya proses itu, membuat orang bisa ditangani di jalan tanpa harus dibawa ke kantor polisi. Unit cepat tanggap bersenjata yang menggunakan perangkat, yang harganya di bawah 300 Pounds, membutuhkan waktu 10 menit untuk mengidentifikasi seseorang dan mengeluarkan peringatan. Sebuah proses yang sebelumnya akan menahan tim selama empat jam.

Ia mengatakan, sidik jari yang diambil oleh perangkat tidak akan ditambahkan ke database apapun karena tidak mencatat dan menyimpan data ini. ''Perangkat itu hanya ada sebagai saluran untuk mencari database tersebut dan tidak ada yang tersimpan di perangkat,'' kata Ian.

Asisten Kepala Polisi Yorkshire Barat, Andy Battle menuturkan, pihaknya telah melihat secara langsung, misalnya, bagaimana identifikasi cepat ini memungkinkan perawatan medis yang cepat dan akurat berdasarkan catatan yang ada. Penggunaannya juga memungkinkan sanak saudara untuk menghadiri rumah sakit untuk melihat orang yang mereka cintai.

''Dari perspektif operasional, mereka segera membuka investigasi mengarah pada kejahatan serius dan seringkali dapat mengungkapkan rekan korban yang tidak diketahui,'' ungkap Andy.

Menteri Pemolisian dan Dinas Pemadam Kebakaran Nick Hurd menuturkan, dengan merangkul teknologi, polisi dapat meningkatkan efisiensi. Jika semua kekuatan menghasilkan tingkat produktivitas dari teknologi sebagai kekuatan utama, perwira rata-rata bisa menghabiskan satu jam sehari di garis depan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES