Rabu, 5 Jumadil Akhir 1439 / 21 Februari 2018

Rabu, 5 Jumadil Akhir 1439 / 21 Februari 2018

Streaming Film Melalui Ponsel tak Bisa Gantikan Bioskop

Jumat 09 Februari 2018 11:42 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Winda Destiana Putri

Menonton film ke bioskop.

Menonton film ke bioskop.

Foto: Republika/Yasin Habibi
Pengalaman menonton film melalui bioskop tak tergantikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak prediksi bahwa layar televisi sudah bermigrasi ke ponsel pintar. Era menonton film dengan gaya streaming melalui layar gawai lebih diminati.

Namun tidak demikian menurut sutradara kondang Lucky Kuswandi. Pengalaman menonton film melalui bioskop atau perangkat sejenis teater rumah tetap tak bisa tergantikan. "Nonton film melalui ponsel bisa disebut menyedihkan," ujar Lucky, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Penikmat film tak lagi merasakan 'resep-resep' khusus yang sudah diracik para pembuat layar lebar, mulai dari efek suara hingga permainan komposisi warna. Semua komponen film tersebut menjadi bentuk kesatuan penciptaan rasa atau feeling ketika menonton. Bila hanya menyaksikannya melalui layar ponsel saja tentu tidak menambah kenikmatan menonton yang sudah diolah sedemikian rupa sebelum sampai ke mata penonton.

Lucky mengungkapkan, era streaming boleh saja diadopsi dalam menonton film. Namun menonton melalui jariingan internet di dalam sebuah aplikasi sejatinya dilakukan sebagai opsi lain menikmati film. Sebagai contoh, ada film yang tidak diputar di bioskop Indonesia. Teknologi video on demand (VoD) bisa membantu memuaskan penyuka layar lebar. Atau, bisa pula ketika ingin menonton film yang sudah berusia cukup lama.

Layanan streaming memang mendukung hiburan tersebut. Namun untuk film baru sudah sepantasnya disaksikan melalui bioskop demi mendapat kepuasan usai menonton.

Selain layar ponsel, proyektor sebagai pengganti televisi kian banyak diminati. Pencinta film tidak lagi memerlukan ruangan khusus sebagai bioskop rumah. Proyektor bisa dipasang pada ruang keluarga sehingga pengalaman menonton film di bioskop 'seolah' dibawa ke rumah.

"Streaming atau proyektor bisa jadi alternatif tapi tidak bisa menggantikan sensasi nonton di bioskop," pungkas Lucky.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA