Rabu , 10 January 2018, 12:34 WIB

Philips Luncurkan Headband Sebagai Alat Bantu Tidur

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Winda Destiana Putri
THe Verge
Philips Smartsleep Headband
Philips Smartsleep Headband

REPUBLIKA.CO.ID, LAS VEGAS -- Philips meluncurkan teknologi Smartsleep Headband (ikat kepala) di CES (The Consumer Electronic Show), yang bisa membantu penggunanya tidur. Headband ini memainkan White Noise, yaitu kombinasi berbagai suara dari berbagai frekuensi.

Karena itu, White Noise dapat 'menutupi' suara-suara yang mengganggu ketenangan tidur, misalnya suara orang berbicara, pintu terbuka maupun aktivitas lainnya. Meskipun headband Philips ini lebih terlihat seperti popok bayi, desainnya yang aneh menempel pada sensor di dahi untuk mendeteksi aktivitas otak.

Kemudian membagikan data tersebut dengan aplikasi seluler yang terhubung. Dikutip Theverge, Rabu (10/1), saat tidur nyenyak terdeteksi, speaker headband akan mulai bermain White Noise dalam pola yang berulang secara perlahan, yang menurut Philips akan semakin menguatkan tidur nyenyak.

Sebuah startup mengumumkan headband yang tampak aneh yang disebut Dreem, dibangun untuk tujuan yang sama yaitu memainkan white noise saat penggunanya tidur pada Juni lalu, dan saat ini dijual seharga  499 Dolar AS atau Rp 6,7 juta.

Sementara headband Philips tidak terlihat  nyaman dan tidak dapat diandalkan. Studi percontohan kecil tentang efek kebisingan saat tidur nyenyak telah menyarankan hal itu mungkin membantu orang dewasa mencapai tidur yang lebih baik dan memori yang lebih kuat.

Tapi karena studi tersebut hanya bagi kelompok kecil, temuan itu mungkin tidak akan bertahan. Padahal, menurut laporan CDC 2016, satu dari tiga orang dewasa di AS tidak mendapatkan cukup tidur. Ikat kepala Philips SmartSleep akan tersedia pada musim semi ini di AS, dan harganya akan mencapai 399,99 Dolar AS atau Rp 5,3 juta, yang setidaknya lebih murah daripada Dreem.