Ahad , 13 July 2014, 17:00 WIB
kampus

Robotika PTIS Mampu Bersaing

Red: operator

Mahasiswa dari perguruan tinggi Islam swasta menunjukkan prestasinya di bidang robotika.

Kemampuan robotika mahasiswa Indonesia mengalami kemajuan yang baik dalam satu dekade terakhir. Berbagai kontes robotika rutin digelar perguruan ting gi Indonesia. Kontes Robot Indonesia meru pakan agenda lomba tahunan yang diselenggarakan Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diperuntukkan bagi seluruh perguruan tinggi se-Indonesia.

Tak pelak, kontes robot ini pun memacu kemampuan robotika antaruniversitas di Indonesia. Saat ini, hampir sebagian besar perguruan tinggi ternama memiliki tim robot di setiap kontes yang digelar. Tidak hanya perguruan tinggi negeri, ternyata universitas swasta Islam juga memiliki tim robot yang tidak kalah baiknya. Pada Kontes Robot Indonesia Nasional 2014 Juni di Yogyakarta, dua tim robotika perguruan tinggi Islam swasta muncul sebagai juara, yakni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).

Pada Kontes Robot Nasional 2014 Juni dilombakan lima kategori robot, di antaranya Kontes Robot ABU (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api (KRPAI) roda atau berkaki, Kontes Robot Sepak Bola (KRSBI), dan Kontes Robot Seni (KRSI). Dalam kontes tersebut UAD berhasil meraih juara harapan satu untuk kontes robot seni. Dekan Fakultas Teknologi Industri Kartika Firdausy mengungkapkan bahwa tim robot UAD mengirimkan tiga tim, yaitu Tim KRPAI Berkaki, Tim KRPAI Beroda, dan Tim KRSI.

Dua tim robot UAD, yakni KRPI beroda dan KRPAI berkaki, belum juara. Sehingga, dalam perlombaan tersebut hanya satu tim robot perwakilan dari UAD yang berhasil melaju ke babak semifinal, yaitu Tim KRSI Lanange Jagad. "Untuk menuju pada ajang kontes nasional ini tidak semudah apa yang dibayangkan, para tim robot harus melalui seleksi yang ketat, dan harus melalui tahap perlombaan di tingkat regional untuk bisa mendapatkan satu tiket guna melaju pada perlombaan di tingkat nasional ini," ujarnya memaparkan.

Ia mengatakan, KRSI merupakan kontes robot asli Indonesia. Divisi ini menuntut per paduan teknologi dengan seni, yaitu membuat teknologi robot yang menirukan gerakan seperti penari sungguhan. Robot tersebut juga dituntut untuk menyelaraskan dengan bunyi musik iringan gamelan. Robot mulai bergerak dari HOME menuju FINISH dengan memperagakan gerakan tari legong yang diselaraskan dengan musik iringan.

Pada tengah pertandingan ini musik dihenti kan, diharapkan robot berhenti bergerak, dan melanjutkan geraknya jika musik dibunyikan kembali. Teknologi yang digunakan dan keluwesan geraknya akan dinilai dewan juri untuk menentukan pemenang.

Meskipun hanya satu tim yang mendapat prestasi menduduki peringkat IV nasional kategori Kontes Robot Seni Indonesia.

Selaku dekan, ia mengapresiasi mewakili UAD menyampaikan penghargaan yang tak terhingga atas kerja keras para dosen pembimbing dan seluruh mahasiswa tim robot UAD, yang dari awal persiapan sampai menuju perlombaan mencurahkan waktu dan pikirannya untuk bertanding baik di tingkat regional maupun nasional. "Diharapkan juga dalam kegiatan Kontes Robot Indonesia Nasional 2014 kali ini, mahasiswa mampu mengasah dan mengembangkan talenta prestasi dalam bidang perancangan, implementasi, strategi, dan kekompakan tim," katanya.

Hal yang sama juga dialami Tim Robot Oke Muda Belianu dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang yang berhasil meraih juara harapan I dalam Kontes Robot Indonesia Tingkat Nasional 2014. Unissula mengirimkan tim robot KRAI dan KRPAI beroda. Pada tim robot KRAI sejak awal pertandingan lomba, robot kreasi mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Unissula tampil mengesankan dengan kinerja robot yang sangat baik. Terutama, saat melawan tim unggulan dari UGM Yogyakarta, Universitas Budi Luhur Jakarta, dan Universitas Tarumanegara.

"Kami bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih tim robot Unissula,\" ujar Dekan Fakultas Teknologi Industri Unissula Sri Arttini. Pada Kontes Robot Nasional 2014 Juni, dari seluruh kategori lomba memang hanya dua PTS Islam yang meraih gelar juara harapan. Sedangkan juara lain, dipegang tim robot universitas negeri dan swasta dengan kekhususan pada bidang teknologi.

Juara pada Kontes Robot Regional

Meski tidak masuk dalam Kon tes Robot Nasional, dua perguruan tinggi Islam, Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), juga mampu meraih juara di kontes robot regional. Pada kontes robotika regional III Jawa Tengah, Tim Robot UII yang terdiri atas para mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) ini berhasil memborong dua gelar juara dalam Kontes Robot Indonesia Regional III Jateng-DIY di GOR Jatidiri, Semarang.
Tim robot UII berhasil meraih juara perta ma dalam kategori Robot Pemadam Api Beroda dan juara kedua dalam kategori Robot Pemadam Api Berkaki. Walaupun da lam kemampuan robotika, kategori robot pe ma dam api merupakan jenis lomba yang lazim digelar di setiap kontes robot.
Do sen Pembimbing Tim Robot Unisi UII Izzati Muhimmah mengungkapkan, timnya menunjukkan performa yang unggul secara konsisten dalam tiga putaran pertandingan dan mengalahkan beberapa tim dari beberapa universitas lain.
Sedangkan, Tim Robot UMM berhasil meraih juara pertama kontes robot regional IV Jawa Timur. Pada kontes tersebut Tim Robotika UMM mengirimkan delegasi untuk kategori Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Berkaki dan Beroda dan juga kategori Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI). Walaupun masih pada kontes regional, UMM patut berbangga karena tim KRPAI Berkaki berhasil meraih gelar juara pertama dan KRAI juara kedua tingkat regional IV. rep:amri amrullah ed: nina chairani