Jumat , 17 February 2017, 12:07 WIB

Dyson Gunakan AI pada Peralatan Elektronik

Rep: Nora Azizah/ Red: Winda Destiana Putri
Huffingtonpost
Artificial Intelligence. Ilustrasi
Artificial Intelligence. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah berkembangnya smarthome di dunia, industri home appliances atau peralatan elektronik rumah tangga turut membahi teknologinya. Dilansir melalui laman Mashable, label Dyson mencoba menanam Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di dalam peralatan rumah tangga.

Dyson berinvestasi untuk melakukan riset kecerdasan buatan dengan membangun pusat penelitian di Singapura. Nilai investasi tersebut diperkirakan mencapai 412 juta dollar AS.

"Setiap yang terlihat di kamar atau ruangan saat ini membutuhkan AI," ujar Sir James Dyson sebagai penemu teknologi Dyson. Semua peralatan, seperti lampu, pembersih udara, hingga penyedot debu akan semakin berfungsi dengan baik apabila ditanamkan teknologi AI.

Langkah Dyson dalam mengembangkan teknologi home appliances dengan wajah baru sudah dilakukan sejak tahun lalu. Dyson menciptakan air purifier atau pembersih udara dengan teknologi Internet of Things (IoT) sehingga alat bisa dikendalikan dengan aplikasi.

Konsep IoT pada air purifier berfungsi mengoleksi data melalui aplikasi. Kumpulan data tersebut dapat membaca kebiasaan penggunanya. Namun keinginan Dyson bukan hanya sekadar bisa mengontrol peralatan melalui aplikasi.

Ia ingin teknologi bisa membuat segala sesuatunya otomatis. Beberapa tes sudah dilakukan pada smart home Dyson yang dibangun di Singapura. Alat-alat seperti air purifier dan lampu ke depannya akan menggunakan face recognations atau pengenalan wajah.