Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

IOS Kalah Telak dari Android di Pasar India

Selasa 16 August 2016 13:29 WIB

Red: Winda Destiana Putri

IOS, sistem operasi Apple. Ilustrasi

IOS, sistem operasi Apple. Ilustrasi

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pangsa pasar Android di pasar smartphone India melompat 97,1 persen pada Q2 (kuartal kedua)  2016, menurut perusahaan riset pasar Strategy Analytics. Pada kuartal yang sama tahun lalu, angka tersebut hanya 90 persen.

Dalam hal unit smartphone, 29,8 juta ponsel Android terjual di India pada Q2 2016 dari total 30,7 juta unit smartphone yang dikapalkan di negara itu pada kuartal tersebut.

"29,8 juta smartphone Android terjual di India pada Q2 2016, tumbuh mengesankan 28 persen per tahun dari 23,2 juta unit pada Q2 2015," kata Neil Mawston, Direktur Eksekutif Strategy Analytics, seperti dilansir GSM Arena Selasa (16/8).

"Android mempertahankan posisi pertama di India dengan rekor 97 persen saham OS untuk kuartal tersebut, naik dari 90 persen tahun lalu. Android mendominasi pasar smartphone India dan tampak tak terkalahkan saat ini, karena portofolio dari mitra hardware, saluran distribusi yang luas, dan berbagai aplikasi murah seperti Gmail," sambung dia.

Sementara itu, pangsa pasar smartphone IOS di India turun menjadi 2,4 persen dari 4,5 persen. Perusahaan yang berbasis di Cupertino tersebut hanya berhasil mengapalkan 0,8 juta iPhone di negara itu selama kuartal terakhir.

"Apple IOS turun 35 persen per tahun dan hanya menjual 0,8 juta smartphone di India pada Q2 2016," kata Woody Oh, Direktur Strategy Analytics.

Pangsa pasar smartphone Apple menurut dia, turun hampir setengahnya dari 4 persen menjadi hanya 2 persen di India selama satu tahun terakhir. Apple IOS perlu mengurangi harga iPhone ke tingkat yang lebih murah, lebih menarik operator dan memperbesar kehadiran ritel melalui Apple store atau saluran online jika ingin tumbuh kembali secara signifikan di masa depan.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA