Friday, 10 Ramadhan 1439 / 25 May 2018

Friday, 10 Ramadhan 1439 / 25 May 2018

Perlu Kawasan Khusus Teknologi Informasi di Indonesia

Rabu 17 December 2014 15:00 WIB

Red: Taufik Rachman

Silicon Valley

Silicon Valley

Foto: [ist]

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menilai pemerintah perlu membuat semacam kawasan khusus yang diperuntukkan bagi berbagai perusahaan teknologi informasi yang ingin berinvestasi di Indonesia.

"Hipmi Jaya mengusulkan ada kawasan khusus atau semacam distrik khusus buat perusahaan-perusahaan TI, content provider, komputer dan sejenis seperti konsep Silicon Valley (area khusus perusahaan TI di Amerika Serikat)," kata Ketua Umum Hipmi DKI Jakarta Rama Datau Gobel dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Rama Datau memaparkan, area khusus yang ada di wilayah ibukota saat ini adalah seperti Sudirman Central District Business (SCBD), dan diharapkan ke depannya ada area khusus TI.

Menurut dia, banyak perusahaan teknologi informasi dari luar negara yang ingin membuka kantor di Indonesia antara lain sebab faktor pasarnya yang luas dan menggiurkan.

"Hanya saja mereka belum lihat ada value added (nilai tambah) dan insentifnya seperti apa kalau mereka buka kantor di Indonesia," katanya.

Karena itu, ia mengemukakan bahwa perlu adanya zona khusus seperti Silicon Valley yang merupakan daerah di AS yang memiliki banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang komputer, semikonduktor, teknologi informasi serta industri kreatif. 

Ia mengingatkan bahwa perusahaan media sosial Facebook sudah terlebih dahulu membuka kantor di kawasan SCBD Sudirman Jakarta. Kemudian, para petinggi Twitter juga telah mendatangi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama.

Rama mengemukakan, dengan adanya kawasan seperti Silicon Valley Indonesia dinilai akan menjadi basis pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.

Ia juga mengingatkan bahwa sektor ekonomi kreatif juga memiliki tingkat kontribusi yang sangat besar untuk perekonomian negara.

"Kalau berkumpul di satu kawasan, akan gampang mengelolahnya, gampang dilirik perbankan, bahkan akan banyak didukung oleh INVESTOR non-bank, seperti angel investor (perusahaan pemberi modal) dari luar negeri," pungkasnya.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA