Friday, 10 Ramadhan 1439 / 25 May 2018

Friday, 10 Ramadhan 1439 / 25 May 2018

Tahun 2013, Tahun Big Data dan Hybrid Cloud?

Senin 14 January 2013 11:15 WIB

Red: Taufik Rachman

Cloud computing

Cloud computing

REPUBLIKA.CO.ID,Tahun 2013, cloud computing masih akan menjadi primadona di dunia teknologi informasi. Pandangan ini dilontarkan  Steve Herrod, Chief Technology Officer & SVP of R&D di VMware.

''Cloud computing terus bergerak dan mendapat prioritas dari para top level CIO (Chief Information Officer), mobile workforce terus berekspansi tanpa henti, dan banyak perusahaan mulai menyadari pergeseran yang mengarah ke software-defined datacenter,'' katanya.

 

Steve,memperkirakan akan lebih banyak terjadi perubahan di tahun 2013. Perubahan itu antara lain menyangkut big data, networking dan security, storage, manajemen infrastruktur dan  cloud bybrid

Big Data (atau lebih tepatnya, Big Analytics) Steve mencatat  telah terjadi 'ledakan' data.Tahun 2012 kalangan perusahaan telah mengupayakan bagaimana menangani gelontoran data yang sangat besar tersebut.

Adopsi teknologi untuk meng-handle big data sendiri terus tumbuh seiring dengan kebutuhan perusahaan akan dilema dari banyaknya data yang mereka miliki. Hingga pada akhirnya, perusahaan coba mencari peluang dari tumpukan data tersebut agar lebih berguna ketimbang melihatnya cuma sebagai 'sampah'.

Tahunn 2013 juga disebutnya sebagai tahun storage. Ekosistem storage yang berkembang telah berubah dengan support yang lebih dari teknologi storage terhadap lingkungan virtualisasi dan cloud. Pengelolaan layanan dan infrastuktur cloud juga akan menjadi perhatian di industri TI pada tahun 2013 ini.

Selanjutnya pertumbuhan adopsi cloud di tahun 2012 tentunya bakal membuat workload customer tidak hanya terjadi di cloud privat, tapi juga di layanan cloud publik.Cara kerja masa kini dengan mengandalkan gadget sendiri (laptop, tablet PC, hingga smartphone) namun tetap produktif dianggap akan tetap mencuri perhatian di 2013.

Mensikapi perkembangan yang terjadi, VMWare disebutnya telah melakukan serangkaian langkah-langkah antisipasi. '' Untuk Big data, VMware memiliki solusi untuk isu ini lewat layanan bernama Project Serengeti, ini adalah layanan VMware Data Director terbaru yang memiliki beragam keunggulan,'' ujar Steve.

VMWare disebut Steve  melakukan akuisisi Nicira. Ia menjadi salah satu komponen penting dari hybrid cloud computing, dan mampu menghapuskan 'networking' yang kerap menjadi bottleneck di belakang mobilitas workload layanan cloud. Melalui pendekata ini perusahaan diharapkan mendapat pengalaman lebih baik dan benefit di masa depan.

Steve menambahkan bahwa baik VMware dan pemain lainnya merasa lingkungan homogen merupakan pendekatan paling efisien. Kemampuan untuk mengembangkan dan memindahkan workload x86 di antara cloud privat dan publik (VMware, AWS, OpenStack, dan lainnya) telah menjadi standar praktik bagi organisasi. Karena dengan pendekatan ini, pengguna bakal mendapat keuntungan, fleksibilitas, efisiensi, dan dapat menekan biaya dari lingkungan cloud hybrid.

Namun demikian ketika multiple cloud datang, mereka membutuhkan pengaturan multi-cloud kelas dunia. VMware sendiri telah mengumumkan update produk cloud manajemen di VMworld Eropa, dan kami siap men-support pelanggan untuk mengelola lingkungan heterogen.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA