Jumat , 21 April 2017, 18:58 WIB

CISFED dan FAI Bertemu Wakil Ketua MPR

Red: Irwan Kelana
Dok BSI
Pengurus CISFED dan FAI diterima Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di Jakarta, Jumat (21/4).
Pengurus CISFED dan FAI diterima Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di Jakarta, Jumat (21/4).

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pengurus Center for Islamic in Economic and Development (CISFED) dan Forum Akademisi Indonesia (FAI), Jumat (21/4)  pagi  bertemu dengan Wakil Ketua MPR RI Dr  H M Hidayat Nur Wahid  MA. Pertemuan itu berlangsung di ruang Pimpinan MPR, di gedung Nusantara III, komplek parlemen, Senayan, Jakarta.

Turut hadir dalam pertemuan antara lain Farouk Abdullah Alwyni  MA, MBA, ACSI (CEO Alwyni Inti Capital-AIC) sekaligus sebagai Pembina CISFED didampingi oleh Ketua CISFED Dr  Intan Syah Ikhsan dan Pembina FAI Naba Aji Notoseputro yang sekaligus Direktur Perguruan Tinggi Bina Sarana Informatika (BSI).

Naba mengatakan, pertemuan tersebut dilaksanakan dalam rangka bersilaturahim dan berdiskusi mengenai peran dari CISFED dan FAI . Kedua organisasi  tersebut membahas mengenai  peran akademisi untuk pembangunan bangsa ini. Juga, peran CISFED di  bidang ekonomi syariah dan bagaimana perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Pada pertemuan tersebut,  Wakil Ketua MPR menanggapi dengan positif upaya-upaya dan program kerja FAI selama ini, berupa kajian-kajian ilmiah, penelitian dan analisis yang terkait dengan ekonomi syariah maupun pendidikan.

Hidayat Nur Wahid juga memberikan saran kepada FAI dan CISFED, antara lain mengenai pentingnya berperan dan mempunyai kontribusi dalam pembangunan bangsa ini. Contohnya, berperan  memberikan masukan dan saran saat penyusunan rancangan undang-undang (RUU)  yang terkait bidang ekonomi syariah dan pendidikan. Di sisi lain rencananya, MPR/DPR juga akan mengundang FAI dan CISFED saat pembahasan atau merancang undang-undang (UU)  terkait bidang tersebut.

Naba menjelaskan, saat ini, yang telah dapat dilakukan CISFED dan FAI adalah  melakukan kajian-kajian penelitian dan lain-lain terkait ekonomi syariah maupun peran pendidikan kebangsaan. Ke depannya, akademisi dan parlemen perlu melakukan kerja sama dalam membangun komunikasi dan bertukar informasi.
 
Pada kesempatan itu pula CISFED dan FAI mengundang Wakil Ketua MPR sebagai keynotespeech pada acara seminar CISFED dan FAI dalam rangka hari pendidikan nasional yang akan dilaksanakan pada akhir bulan Mei mendatang di Gedung ANTARA Jakarta Pusat.