Jumat , 10 October 2014, 18:04 WIB

Mahasiswa BSI Bisa Melanjutkan S2 ke Beijing Institute Of Technology

Rep: irwan kelana/ Red: Taufik Rachman
Kunjungan Aptisi dan BSI ke Cina
Kunjungan Aptisi dan BSI ke Cina

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Perguruan tinggi Bina Sarana Informatika (BSI) bersama beberapa perguruan tinggi lainnya yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi)  berkomitmen untuk memajukan perguruan tinggi swasta dan pendidikan nasional. Salah satu langkah wujud nyata hal tersebut adalah Aptisi  yang saat ini diketuai Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec aktif  mencari informasi dan studi banding ke berbagai universitas di manca negara.

Pada 13-19 September 2014, Aptisi melakukan kunjungan ke beberapa universitas di Tiongkok (Cina). Perguruan tinggi tersebut adalah Zhejiang University, Nanjing Xiaozhuang University dan Beijing Institute Of Technology. “Tujuan dilaksanakannya kunjungan tersebut adalah melakukan studi banding, penjajakan  nota kesepahaman (MoU), pertukaran dosen atau mahasiswa, peluang beasiswa dan bentuk kerja sama lainnya,” kata Direktur Bina Sarana Informatika (BSI) Naba Aji Notoseputro kepada Republika, Rabu (01/09).

Ia mengemukakan, Cina telah berubah menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan mengagumkan saat ini. Tiongkok (Cina) yang semula hanya negara berkembang yang diistilahkan sebgai Negara Tirai Bambu berubah cepat dalam 20 tahun terakhir menjadi raksasa ekonomi dunia. Tidak hanya di  bidang ekonomi, di bidang teknologi dan bidang pendidikan pun kemajuannya sangat pesat.

Hal itulah  yang menjadi salah satu faktor Cina dipilih sebagai salah satu negara tujuan APTISI melakukan penjajakan kerja sama. “Dengan melaksanakan kunjungan tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk bekerja sama diberbagai bidang keilmuan dengan ketiga perguruan tinggi di Cina,” tutur Naba.

Ia menyebutkan, hasil kunjungan tersebut adalah  ditandatanganinya MoU) antara Beijing Institute Of Technology dengan APTISI di mana perguruan tinggi BSI menjadi salah satunya. Nota kesepahaman tersebut antara lain menyepakati program pertukaran dosen dan mahasiswa, kerja sama penelitian dan pertemuan ilmiah bersama, pertukaran informasi, publikasi dan materi untuk tujuan pendidikan. Sehingga hal ini dapat memperkarya kerja sama antara Aptisi dengan Beijing Institute Of Technology.
 
Beijing Institute Of Technology adalah universitas termuka di Beijing,  Cina  yang berfokus pada pendidikan dan penelitian. Disiplin ilmu yang dipelajari di universitas tersebut meliputi  bidang teknik, ilmu pengetahuan, manajemen, humaniora, ekonomi, hukum, dan pedagogi.

Menurut Naba, dengan disepakatinya MoU tersebut,  membuka peluang bagi mahasiswa BSI  untuk menempuh studi S2 di Beijing Institute Of Technology. “Selain itu membuka peluang bagi para dosen kami melanjutkan program doktoral (S3), serta memiliki kesempatan dapat bekerja sama melakukan penelitian bertaraf internasional. Sehingga keilmuan yang dimiliki dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan saat ini,” papar Naba Aji.