Jumat , 11 March 2016, 13:23 WIB

Kemenristekdikti-Batan Kembangkan Industri Benih Komersial

Red: Taufik Rachman
Batan
Batan

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Indonesia (BATAN) mengembangkan industri benih komersial.

"Tahap pengembangan industri benih komersial, yaitu label ungu dan biru diproduksi oleh penangkar-penangkar unggul terlatih," kata Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe dalam diskusi "Inovasi Mendukung Ketahanan Pangan Nasional" di kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat.

Ia menyatakan tahap pengembangan itu, dapat diintegrasikan dengan program 1.000 desa mandiri benih dengan luasan 10 ribu hektare yang tersebar di 16 provinsi.

"Dengan hasil benih sebanyak 50 ribu ton dapat dilakukan untuk penanaman sebanyak 2 juta hektare pada 2017 mendatang," ucap Jumain.

Dalam kesempatan yang sama, Kemenristekdikti bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) telah melakukan optimasi teknologi untuk varietas padi unggul IPB 3S.

"Bekerja sama dengan IPB, kami menghasilkan padi unggul tipe baru, yaitu varietas IPB 3S dengan potensi hasil 11,2 ton per hektare atau sekitar 2-3 ton lebih tinggi dari varietas di Ciherang, Bogor sehingga potensi hasil dapat mencapai 13,5 ton per hektare," kata Jumain.

Menurutnya, aplikasi varietas padi tipe baru IPB 3S tersebut dapat menjadi strategi pencapaian swasembada beras nasional.

Lebih lanjut, ia mengatakan dengan pengembangan penggunaan varietas tersebut pada lahan seluas 2 juta hektare akan dapat meningkatkan produksi padi nasional sebesar 4-6 Juta ton Gabah Kering Panen (GKP).

Sumber : antara

Berita Terkait