Rabu , 30 December 2015, 14:16 WIB

Nuklir, Energi Terbarukan yang Patut Diperhitungkan

Rep: C27/ Red: Winda Destiana Putri
Antara
Badan Tenaga Nuklir Nasional atau BATAN (ilustrasi)
Badan Tenaga Nuklir Nasional atau BATAN (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keberadaan nuklir untuk memenuhi pasokan listrik Indonesia ke depan akan sangat membantu.

Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Jumain Appe menegaskan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menjadi alternatif energi terbarukan yang patut diperhitungkan.

"PLTN ini menjadi cukup handal untuk sumber energi," ujar Jumain di Gedung Pusat Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Jakarta belum lama ini.

Ia menjelaskan, kebijakan energi untuk kedepannya mencakup 23 persen dari energi terbarukan. Dengan melihat kebutuhan saat ini, energi terbarukan yang mencakup matahari, angin, air, dan panas bumi dimungkinkan tidak akan memenuhi.

"Ini kemungkinan tidak, tapi mungkin kalau nuklir masuk menjadi salah satu alternatif bagi energi terbarukan," ujar Jumain.

Saat ini nuklir memang masih menjadi alternatif terakhir untuk diguankan sebagai sumber energi. Tapi nuklir merupakan solusi bagi bahan dasar untuk menlahirkan energi terbarukan, bukan hanya menjadi bahan puncak seperti energi terbarukan lainnya.

Jika Indonesia terlalu membebani pada pengguanan batu bara, maka Jumain meyakini keputusana tersebut akan berdampak pada lingkungan. Bagaiman pun batu bara menghasilkan zat-zat merugikan seperti Co2 yang akan merusak lingkungan.