Selasa , 29 December 2015, 13:13 WIB

Masyarakat Beri Dukungan Terhadap Pembangunan PLTN

Rep: C27/ Red: Winda Destiana Putri
Antara
Badan Tenaga Nuklir Nasional atau BATAN (ilustrasi)
Badan Tenaga Nuklir Nasional atau BATAN (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tingkat penerimaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) oleh masyarakat konsiten naik persentasenya setiap tahun. Sejak enam tahun terakhir, Indonesia dinilai telah siap untuk membangun PLTN.

Sigma Research menemukan fakta melalui jajak pendapat dari 4000 koresponden bahwa pada tahun 2015, 75,3 persen masyarakat Indonesia mendukung pembangunan PLTN. Jika dibandingkan dengan tahun 2010 hanya 59,7 persen masyarakat Indonesia mendukung pembuatannya.

"Hanya pada tahun 2011 penerimaan masyarakat menurun, kemungkinan terpengaruh dengan kejadian di PLTN Fukushima Dai-Ichi Jepang," ujar Direktur Sigma Research Prima Ariestonandi di Gedung Pusat Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Jakarta, Senin (28/12).

Prima menjelaskan, pada tahun 2011 hanya 49,5 persen masyarakat mendukung. Sedangkan tahun-tahun berikutnya terus meningkat, seperti 2012 sebanyak 52,9 persen, 2013 berjumlah 64,1 persen, dan 2014 sebanyak 72 persen.

Besarnya dukungan masayrakat dinilai karena desakan kebutuhan tenaga listrik, terutama di daerah luar Pulau Jawa. Dengan adanya PLTU maka akan menjamin pasokan listrik dengan jumlah besar sehingga bisa memenuhi kebutuhan listrik secara nasional.

(Baca juga: Masyarakat Indonesia Perlahan Mulai Mengenal Nuklir)