Friday, 10 Ramadhan 1439 / 25 May 2018

Friday, 10 Ramadhan 1439 / 25 May 2018

Instagram Sematkan Fitur Baru Pengukur Durasi

Kamis 17 May 2018 15:32 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Friska Yolanda

Instagram

Instagram

Foto: flickr
Secara tidak langsung fitur ini membantu mengurangi kecanduan pemakaian gadget.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kecanduan bermain smartphone dan media sosial nampaknya menjadi perhatian sendiri bagi pelaku industri teknologi. Setelah Google merilis versi beta Android P yang memungkinkan pengguna mengontrol waktu dalam menggunakan smartphone, kini giliran Instagram menyusul.

Sebuah bocoran menunjukkan fitur baru yang sedang diuji coba Instagram. Fitur tersebut memberikan informasi kepada pengguna berapa lama waktu yang telah ia habiskan di platform berbagi foto dan video tersebut. Fitur itu diberi nama Usage Insight. Dilansir dari Tech Crunch, sampai sekarang belum jelas kapan fitur itu bisa diluncurkan untuk semua pengguna.

(Baca: Facebook Meminta Remaja Berhenti Sejenak Gunakan Medsos)

Selain menampilkan berapa lama pengguna menghabiskan waktu bermain Instagram, Usage Insight sekaligus membantu orang tua mengontrol durasi anak-anak bermain Instagram. CEO Instagram Kevin Systrom mengonfirmasi kehadiran fitur anyar itu lewat akun Twitternya.

Menurutnya, sudah menjadi tanggung jawab perusahaan untuk ikut mengontrol waktu yang dihabiskan pengguna di platform mereka. "Itu benar. Kami membangun perangkat yang membantu komunitas IG tahu lebih banyak mengenai durasi yang mereka habiskan di Instagram, yang diharapkan berdampak positif dan dengan suatu tujuan," kicaunya.

"Memahami berapa lama waktu yang dicurahkan orang di internet adalah penting. Hal itu merupakan tanggung jawab seluruh perusahaan untuk berlaku jujur. Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Saya mengambil tanggung jawab tersebut secara serius," demikian pernyataan lengkap bos Instagram.

(Baca: Tulisan Kebencian Masih Jadi Tantangan Terbesar Facebook)

Kendati berpotensi menurunkan penggunaan Instagram di masyarakat,fitur itu mampu mengatur pemakaian media sosial dengan lebih baik. Di kemudian hari bisa jadi persoalan kecanduan smartphone akan ikut teratasi. Karena, sejumlah penelitian mengungkap kecanduan gawai berkorelasi dengan gangguan kesehatan mental. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA