Monday, 6 Ramadhan 1439 / 21 May 2018

Monday, 6 Ramadhan 1439 / 21 May 2018

Rahasia Raup Cuan di Bisnis Saham

Rabu 07 February 2018 17:35 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Karta Raharja Ucu

Pekerja melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. ilustrasi

Pekerja melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. ilustrasi

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Dengan aplikasi SRTS, pengguna bisa mengetahui pergerakan saham.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi orang awam berbisnis saham pasti diasosiasikan kerumitan, menguras waktu dan memerlukan pengetahuan yang mendalam mengenai ekonomi dan analisa pergerakan saham. Namun cerita keberhasilan bisnis saham yang diraih Giow Fiona, seorang pensiunan karyawan usia 56 tahun; Marheni, pensiunan dosen yang sudah berusia 67 tahun, hingga Weli Gunawan, karyawan perkebunan seolah mematahkan stigma tersebut.

Lalu apa yang sebenarnya menjadi penyebab keberhasilan mereka? "Software Super Rally Trading System (SRTS), membantu saya dalam mengambil keputusan ketika trading, untuk posisi buy atau sell, juga menjadi mudah kapan ambil profit, dan kapan harus cut lost," ujar Marheni, nenek dua cucu, dalam keterangannya, Rabu (7/1).

Ternyata dalam software tersebut pengguna sangat dimudahkan dalam beberapa hal. Malam hari ketika bursa tutup, software bisa diaktifkan untuk memfilter saham-saham mana yang secara pergerakan menunjukkan tren naik.

Dari saham-saham yang sudah terfilter tersebut muncul strategi apa yang bisa digunakan. Masing-masing trend saham bisa mempunyai strategi yang berbeda tergantung pergerakan terakhirnya. Rekomendasi akhir yang lebih mempermudah bagi pebisnis saham terutama pemula, pada software ini juga memberikan harga masuk dan harga keluar.

photo

Karyawan melintas di bawah monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/12).

Tidak ada lagi cerita trading saham semata mengandalkan instuisi atau tebak-tebakan. Banyak cerita, mereka yang trading saham mengandalkan instuisi terpaksa harus merugi mulai jutaan bahkan hingga ratusan juta terjadi karena bertransaksi tidak menggunakan sistem.

Jika masuk atau mengambil posisi di market berdasarkan kecenderungan perasaan, seperti menebak untuk menentukan posisi buy atau sell, tanpa ada dasar yang pasti, yang sering terjadi bukan untung malah buntung. Marheni mememberi tips, dalam memilih tawaran sistem analisa saham.

Pertama, pastikan support diberikan bagus, artinya kapan saja dibutuhkan mentor siap memberikan bimbingan seperti mini workshop, private class, bbm support, Whatsapp support, video call support, SMS support, Call support, Mentoring support. Kedua, sistem yang userfriendly, sehingga mudah untuk mengeksekusi kapan harus take profit kapan harus cut lost.

Setengah berpesan Marheni mengingatkan, setiap sistem trading, tidak ada jaminan untung 100 persen. Namun, jika harus dibandingkan dengan sistem trading lain, SRTS memiliki akurasi di kisaran 70 persen.

"Katakan 10 kali trading, tiga empat kali bisa saja lost, namun ada potensi profit lima enam kali yang bisa makin maksimal jika dikombinasikan dengan money management," ucap dia.

Welly Gunawan menambahkan, cukup pilih lima saham saja supaya lebih bisa dipantau dan juga terapkan seperti mengelola usaha atau bisnis sehingga benar-benar dicermati pergerakannya. Dari lima saham akan dilihat perkembangannya setiap hari setelah pasar tutup untuk bersiap memilih saham pilihan lain di esok hari.

“Untuk modal, gunakan dana menganggur, hitungan idealnya, 20 persen dari total aset yang kita punya, agar tidak stres ketika misal harus mengalami rugi,” ujarnya.

Perencana keuangan OneShildt Budi Rahardjo menambahkan, ada beberapa elemen penentu keberhasilan trading saham. Pertama adalah ilmu dasar trading saham, karena melakukan trading membutuhkan teknik analisa yang lebih teliti.

Kedua adalah pengalaman. Banyak trader pemula melakukan kesalahan yang berakibat kerugian dalam melakukan trading karena kurang menguasai maupun kurang mengenali profil diri dalam melakukan trading.

“Berikutnya terkait dengan tools. Penguasaan tools trading seperti aplikasi yang sesuai untuk analisa maupun informasi juga penting,” ujar Budi.

Agar risiko kegagalan lebih kecil, sebaiknya rutin mengikuti pelatihan dan memiliki mentor. Juga, mencoba dengan modal kecil dari dana yang dapat ditanggung/diterima apabila terjadi risiko kerugian sebelum memasukkan uang yang lebih besar.

“Perhatikan juga mengenai fitur tools trading, yang disediakan oleh perusahaan sekuritas untuk menunjang aktivitas trading,” ucap Budi.

Supaya trading profit, terapkan money management dalam fokus ke tujuan awal trading itu sendiri yang tak lain untuk menambah aset atau dana. Terkadang saat naik, trader terdorong untuk terus mengambil keuntungan padahal target sudah terpenuhi.

“Tetap disiplin dengan rencana dan kapasitas, agar apabila terjadi kegagalan tingkat kerugian dapat dibatasi, dan tidak mengganggu keuangan dan dana yang sudah disiapkan untuk tujuan-tujuan lainnya secara keseluruhan,” ucap Budi, mengingatkan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA