Monday, 6 Ramadhan 1439 / 21 May 2018

Monday, 6 Ramadhan 1439 / 21 May 2018

Twitter Uji Fitur Berbagi Video

Senin 05 February 2018 16:19 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Winda Destiana Putri

Twitter

Twitter

Untuk berbagi video di Twitter, pengguna harus mengklik sebuah tombol untuk menulis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Twitter mengerjakan alat berbagi video baru yang mempermudah pengguna untuk berbagi klip di aplikasi. Prototipe dari alat yang telah dibangun, desainnya bisa berubah dan tidak ada tanggal rilis yang direncanakan untuk fitur ini.

Aplikasi Snapchat dirancang untuk secara otomatis menampilkan fitur kamera saat aplikasi dibuka. Twitter bisa mengambil satu halaman dari Snapchat, dan menggabungkan fitur serupa pada aplikasi microblogging-nya, yang akan menandai keberangkatan yang signifikan dari desain aplikasi saat ini.

Untuk berbagi video di Twitter, pengguna harus mengklik sebuah tombol untuk menulis tweet, pilih ikon kamera dan kemudian ketuk ikon video merah di sudut kiri bawah layar. Ini adalah proses yang tidak praktis dibandingkan dengan aplikasi lain, yang memungkinkan pengguna merekam dan berbagi video hanya dalam satu langkah.

Twitter berharap bahwa desain yang lebih sederhana akan menarik perhatian orang untuk berbagi lebih banyak video di aplikasi ini, Bloomberg mencatat. CEO Twitter, Jack Dorsey telah menyebut aplikasi Snapchat yang 'sangat modern' dan bahkan mengakui bahwa aplikasinya sendiri bisa membingungkan.

Baca juga: Twitter Nonaktifkan Akun yang Terkait dengan Rusia

Akhir tahun lalu, Dorsey mengatakan dalam sebuah konferensi dengan investor bahwa perusahaan yang berbasis di San Francisco 'berfokus untuk membuat layanan lebih cepat, mudah digunakan, dan lebih relevan bagi orang setiap hari.' Perusahaan telah memperkenalkan beberapa fitur baru selama beberapa bulan terakhir yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

November lalu, Twitter menggandakan batas karakter 140 karakter menjadi 280 karakter, yang pada awalnya menarik kemarahan beberapa pengguna. Twitter bulan lalu meluncurkan fitur threading baru yang mendorong 'tweetstorms' dari pengguna dengan membiarkan mereka menambahkan tweet ke thread dengan mudah tanpa harus membalas sendiri.

Adapun Twitter telah menghadapi tekanan yang meningkat dari para investor, dan pengamat industri yang mengatakan bahwa aplikasi tersebut telah kehilangan pengguna ke aplikasi populer lainnya seperti Facebook, Instagram dan Snapchat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA