Senin , 04 December 2017, 05:31 WIB

Beberapa Aplikasi Ini Gunakan Teknologi AI

Rep: Nora Azizah/ Red: Winda Destiana Putri
Huffingtonpost
Artificial Intelligence. Ilustrasi
Artificial Intelligence. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan pengembang teknologi berbasis internet Cheetah Mobile tengah mengembangkan aplikasi besutannya. Aplikasi tersebut dibesut dengan peranan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

"Pengembangan AI sudah kami lakukan sejak tahun lalu," kata Vice President Cheetah Mobile Johnny Li di Jakarta, beberapa waktu lalu. Platform teknologi berbasis AI membawa peluang baru ke ruang utilitas seluler, serta mendorong kemajuan produk konten seluler. 

PhotoGrid, style transfer dan facial recognation dari teknologi AI menjadi pondasi utama di balik sejumlah efek khusus pada aplikasi tersebut. Misalnya, efek 'twinkle' sebagai fitur pertama yang didukung AI sehingga mampu mengubah foto menjadi terlihat seperti bersinar. Kemudian tekknologi transfer gaya juga diterapkan pada filter 'venus'. Pengguna bisa menggabungkan wajah dengan berbagai tokoh, seperti contoh perempuan bisa menggabungkan wajahnya menjadi wanita berwajah seperti peri cantik.

Aplikasi PhotoGrid juga bisa diterapkan pada filter animasi dengan efek lebih mulus pada wajah pemakainya. Bahkan, AI mampu melakukan klasifikasi gambar untuk mengenali dan menghapus konten berbumbu 'erotis'. Kini, PhotoGrid tengah ditanam AI dalam bentuk deep learning seingga mampu memahami penggunanya. Deep learning diharapkan bisa memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi khusus untuk efek dan filter penyuntingan foto.

Teknologi AI deep learning juga diterapkan pada aplikasi Cheetah Keyboard. Hal tersebut membuat aplikasi bisa menganalisis data dan 'belajar' terhadap sekitar 2 miliar kata serta frase. Khusus pengguna Indonesia, Cheetah Keyboard akan terus memperluas skala bahasa yang digunakan. Keunggulan lain, efisiensi dan ketepatan mengetik teks sebagian besar diperkuat dengan teknologi teks prediktif.

Fitur tersebut bisa digunakan sebagai saran untuk membalas pesan teks dan koreksi otomatis. Tidak hanya pada Cheetah Keyboard, deep learning juga disematkan pada aplikasi lain, yakni Clean Master Launcher. Penggunaan AI mampu menganalisis perilaku ponsel dari waktu ke waktu. Hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk merekomendasikan tema yang dipersonalisasi untuk penggunanya.

Cheetah Mobile juga merombak ulang aplikasi berbasis konten dengan dukungan AI. Salah satunya, perusahaan aplikasi Live.me yang menerapkan teknologi real-time image recognation untuk mengenali, melakukan tag dan filter gambar yang tidak baik, atau mendeteksi konten yang berbau kekerasan dan tidak pantas. Aplikasi Live.me ingin menerapkan penggunaan internet bersih dan sehat di seluruh dunia.

Deteksi wajah juga bisa dipakai di dalam aplikasi tersebut. Misalnya, ketika ingin menerapkan efek pada wajah, maka efek tersebut hanya akan muncul ketika mendeteksi muka manusia. HIngga saat ini pengguna Cheetah Mobile secara keseluruhan sudah mencapai 500 juta di seluruh dunia. Pengguna tersebut, termasuk aplikasi unggulan PhotoGrid, Clean Master, Clean Master Launcher, dan Cheetah Keyboard.