Selasa , 14 November 2017, 00:02 WIB

Tripal.co, Platform Berpelesir Bersama Penduduk Lokal

Rep: Nora Azizah/ Red: Gita Amanda
Nora Azizah/REPUBLIKA
Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Tripal.co Kevin Wu.
Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Tripal.co Kevin Wu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mendapatkan pengalaman berpelesir memang bisa dengan banyak cara. Sebagian wisatawan mungkin lebih suka angkat koper alias tidak ingin repot sehingga membayar jasa travel agent. Namun biasanya biaya perjalanan cenderung lebih tinggi. Tetapi sebagian traveler, khususnya para backpacker, lebih suka berwisata secara mandiri. Selain menekan buget, para backpacker juga lebih leluasa mengatur waktu dan destinasi pariwisata.

Di tengah perkembangan aplikasi travel agent atau jasa penjualan tiket transportasi serta penginapan, para traveler kini bisa memperoleh pengalaman baru saat berwisata. Salah satunya melalui platform Tripal.co, yakni platform berbasis mobile web yang menyediakan jasa berpelesir bersama penduduk lokal. "Wisatawan akan dipandu penduduk lokal untuk eksplorasi tempat wisata," ujar Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Tripal.co Kevin Wu kepada Republika.co.id di Jakarta, Senin (13/11).
 
Kevin menjelaskan, Tripal.co bukan platform penyedia jasa open trip atau travel agent. Namun, pengguna bisa mengatur perjalanan wisata melalui mobile web bersama penduduk lokal setempat. Cara pemesanan jasa cukup mudah. Di dalam platform pengguna bisa memilih menu untuk 10 jenis perjalanan, di antaranya berpelesir mengeksplorasi sejarah, wisata bawah laut, hingga khusus jalan-jalan kuliner. Uniknya, pemandu wisata merupakan penduduk lokal yang memang mengetahui sejarah dan lokasi setempat.
 
Berbekal tagline 'Authentic Trip With Locals', Tripal.co mencoba memberikan pengalaman baru bagi pelancong. Sebagai contoh, wisatawan bisa berkunjung ke destinasi wisata yang belum banyak terjamah sebelumnya. Sebab, lokasi tersebut tidak terkenal, dan hanya penduduk lokal saja yang mengetahui tempat tersebut. Atau saat wisata kuliner, ternyata ada kedai yang menjual makanan tradisional dan berdiri sudah puluhan tahun. Hanya saja kedai tersebut tidak terekspose media.
 
"Ada banyak potensi wisata lokal, hanya saja tidak tersentuh teknologi atau pemasaran digital sehingga tak terdengar gaungnya," jelas Kevin.
 
Tripal.co mencoba menjembatani potensi lokal tersebut sehingga para wisatawan bisa mengenal destinasi pelesir hingga ke daerah terpencil. Selama ini para pemandu wisata lokal juga kesulitan mendapatkan wisatawan karena tidak memiliki lahan promosi. Tripal.co mencoba menjadi wadah bagi mereka.
 
Memesan pemandu lokal melalui Tripal.co juga berbeda dari jasa travel agent. Para wisatawan akan mendapatkan pengalaman jalan-jalan seperti diantar seorang teman. Pemilihan trip juga bervariasi dari sisi harga. Tripal.co tidak mematok harga. Biaya jasa tersebut ditentukan oleh pemandu lokal, dan mereka bebas bersaing untuk memberikan paket trip serta harga. 'Teman Lokal' juga berasal dari beragam latar belakang, mulai dari tour guide, nelayan, pekerja paruh waktu, hingga fotografer. Namun mereka umumnya menyukai dunia traveling.
 
Pengguna juga tidak perlu khawatir perihal akurasi dan identitas para pemandu lokal. Tripal.co sudah melakukan verifikasi data, baik secara online dan offline. "Kami bisa menjamin semua jasa dari pemandu lokal aman dan nyaman digunakan," jelas Kevin.
 
Di dalam platform para wisatawan bisa memilih lokasi wisata. Saat ini jasa Tripal.co sudah tersedia di 18 provinsi Indonesia, beberapa di antaranya Lombok, Bangka Belitung, hingga Raja Ampat Papua.
 
Sejak dirilis Mei 2017, saat ini total penduduk atau pemandu lokal yang tergabung kurang lebih 300 orang, dan tiga ribu pengguna. Para pemandu bisa dibayar per hari, atau sesuai dengan pesanan wisatawan. Pengguna juga bisa menentukan jenis perjalanan wisata, yakni berpelesir dengan grup atau keluarga, hingga merencanakan perjalanan dari jauh hari. Tripal.co saat ini masih fokus dengan pariwisata lokal. "Satu atau dua tahun lagi rencananya akan diperluas hingga di Asia Tenggara," lanjut Kevin.
 
Tahun depan, Tripal.co juga akan melakukan grand launching serta menambah menu wisata, yakni Wisata Halal. Pengguna bisa mendapatkan trip tanpa harus khawatir perihal makanan halal atau penginapab syariah. Tidak hanya itu, Tripal.co juga sudah dikembangkan dalam bentuk aplikasi mobile. Traveler bisa mengunduh aplikasi melalui platform Android dan iOS pada akhir Desember nanti.

Berita Terkait