Selasa , 07 November 2017, 10:48 WIB

Muncul Konten Negatif, Momen Aplikasi Pesan Lokal Berkembang

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Nur Aini
pixabay
Ilustrasi Aplikasi Ponsel
Ilustrasi Aplikasi Ponsel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar IT Ruby Alamsyah menilai aplikasi pesan buatan dalam negeri masih belum bisa memenuhi kebutuhan fungsional para penggunanya. Oleh sebab itu, para pengguna aplikasi pesan lebih memilih untuk menggunakan aplikasi yang berasal dari luar negeri yang dapat memberikan fitur-fitur yang dibutuhkan.

"Aplikasi lokal atau yang banyak dibuat dalam negeri, kendalanya (ada di) pengguna yang bukan taste-nya, sebab melihat kebutuhan dan fungsionalnya," kata Ruby saat dihubungi Republika.co.id, Selasa(7/11).

Kendati demikian, munculnya konten pornografi melalui aplikasi pesan seperti Whatsapp beberapa hari yang lalu, dinilainya justru menjadi celah bagi aplikasi pesan lokal untuk lebih mengembangkan fitur yang dimilikinya. Sehingga, dapat memenuhi kebutuhan fungsional para pengguna Indonesia.

"Memang aplikasi di Indonesia belum menjadi tuanrumah di negeri sendiri. Jadi sebenarnya, (munculnya pornografi di Whatsapp) jadi celah untuk mengimbangi aplikasi buatan luar," ujar dia.

Selain itu, infrastruktur dasar internet di Indonesia pun juga menjadi kendala bagi berkembangnya aplikasi pesan buatan lokal. Ruby menyampaikan, infrastruktur dasar internet di Indonesia saat ini memang belum optimal.

"Kendalanya over the top (OTT) buatan lokal belum mendukung mengarah ke sana, baik backbone yang belum tinggi dan rasa nasionalisme yang kurang tinggi," ucap Ruby.


Berita Terkait