Ahad , 24 September 2017, 22:30 WIB

Facebook Luncurkan Respons Krisis untuk Kondisi Darurat

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Winda Destiana Putri
Dailymail
Respon krisis Facebook.
Respon krisis Facebook.

REPUBLIKA.CO.ID, MENLO PARK -- Facebook segera meluncurkan inovasi berupa pusat 'Respons Krisis' untuk kondisi darurat. Kehadiran hub atau peranti jaringan komputer baru di platform media sosial tersebut diharapkan membantu pengguna jika terjadi bencana alam atau serangan teror.

Respons Krisis memungkinkan pengguna Facebook mengakses tautan kabar terkini yang relevan dengan situasi darurat. Beberapa fitur yang berguna untuk pencegahan maupun penanggulangan bencana termasuk Safety Check, Community Help, dan Fundraisers juga tercakup di dalamnya.

Direktur Produk Sosial Facebook, Mike Nowak, menginformasikan bahwa hub akan tersedia mulai pekan depan. Facebook yang berkantor pusat di Kota Menlo Park, California, AS, disebutnya telah mengembangkan sejumlah alat respons krisis berdasarkan kebutuhan publik.

"Saat terjadi krisis, banyak orang menggunakan Facebook untuk memberi tahu keluarga dan sahabat bahwa mereka dalam kondisi aman, juga untuk mengetahui lebih banyak kondisi terkini dan membantu mereka yang terdampak," kata Nowak.

Respon Krisis dapat diakses dari beranda pada desktop atau lewat tombol menu di aplikasi Facebook pada ponsel. Fitur utamanya yaitu Safety Check, yang memungkinkan pengguna menandai dirinya dalam posisi 'aman' saat terjadi krisis dan mengirimkan notifikasinya pada teman.

Pengguna bisa saling meminta dan memberikan pertolongan seperti makanan, tempat pengungsian, atau transportasi lewat fitur Community Help. Sumbangan berupa dana dari instansi maupun perseorangan dapat disalurkan lewat fitur "Fundraisers" pada hub Respons Krisis.

Nowak mengatakan, peran Facebook sebagai penghubung masyarakat di kala krisis kini kian meningkat. Saat Badai Harvey mengguncang Texas, misalnya, Facebook berhasil mengumpulkan dana sembilan juta dolar AS dari pengguna. termasuk menyumbangkan satu juta dolar AS dari kas perusahaan untuk korban terdampak.

"Mulai hari ini, kami juga akan mencantumkan tautan artikel, foto, dan video dari pos publik sehingga pengguna dapat mengakses lebih banyak informasi tentang krisis dalam satu tempat," ujarnya, dikutip dari laman Daily Mail.

TAG

Berita Terkait