Kamis , 18 May 2017, 08:22 WIB

Lewat Aplikasi Ini, Warga Mesir Bisa 'Kunjungi' Makkah dalam Sekejap

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Winda Destiana Putri
ROL/Didi Purwadi
Makkah
Makkah

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Sebuah perusahaan rintisan (start up) Mesir mengajak warga setempat mengunjungi Makkah dengan cara mudah. Mereka menghadirkan pengalaman pergi ke Tanah Suci secara virtual lewat sebuah aplikasi bernama Experience Mecca.

Teknologi ini dikembangkan oleh BSocial yang berbasis di Kairo, Mesir. Situs suci di Makkah telah menarik jutaan umat Muslim untuk berkunjung, baik dalam umrah maupun haji. Aplikasi virtual ini hadir dalam bentuk tiga dimensi.

Di dalamnya disertai gambaran penuh jamaah dan juga lantunan suara azan. Dengan menggunakan kacamata khusus, pengguna diajak berjalan di tempat suci dan mendekati jamaah lainnya saat mereka melakukan shalat, sambil menyaksikan singkat seperti burung-burung melayang di atas Kabah.

"Kami berusaha melakukan sesuatu yang unik untuk Islam," ujar Direktur BSocial Ehab Fares seperti dilansir dari situs Motherboard, baru-baru ini.

Aplikasi ini akan hadir pada Ramadan. Di saat bersamaan, Fares juga meluncurkan aplikasi yang menceritakan proses pembentukan Alquran. Muslim percaya bahwa Nabi Muhammad SAW menerima serangkaian wahyu di abad ketujuh dan menyerahkannya kepada pengikutnya secara lisan, yang kemudian mengumpulkan dan menuliskannya bertahun-tahun setelah kematiannya.

Dengan proyek-proyek ini, Fares ingin menepis stereotip tentang umat Islam yang banyak digambarkan dalam media sehingga menimbulkan Islamofobia. Tahun lalu menjadi masa sangat sulit bagi komunitas Muslim global, yakni dengan adanya larangan terhadap warga negara dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim masuk ke Amerika Serikat oleh Donald Trump.

Untuk itu lewat produknya, dia hendak menghadirkan ruang yang membantu umat Islam yang secara visual ingin belajar lebih banyak tentang agama tanpa melalui lensa orang lain.

"Realitas virtual menciptakan sebuah kesempatan bagi saya untuk memberlakukan prinsip-prinsip Islam, saya melihatnya sebagai penyerahan sepenuhnya kepada Allah. Dari saat saya bangun, saya harus melakukan segala sesuatu dengan kejujuran dan integritas," kata dia.

Fares telah merilis aplikasi pengalaman Makkah gratis secara daring pada April 2016. Awalnya, dia hanya memprediksi 10 ribu orang pengguna. Namun kenyataannya jauh melampaui target yakni 165 ribu pelanggan dari Ukraina dan Brasil.

Mesir merupakan negara Arab terpadat dan menawarkan ekosistem start up yang berkembang pesat dan tumbuh pascarevolusi 2011. Sebagian besar diarahkan pada solusi sehari-hari bagi konsumen. Aplikasi virtual reality menjadi pasar yang cukup meledak di Timur Tengah, terutama di Teluk. Industri ini pun diprediksi akan bernilai miliaran dolar AS. Untuk aplikasi barunya Experience Quran, Fares mengatakan dia akan mencari keuntungan dari ceruk pasar mahasiswa dan mereka yang tertarik dengan Islam.

"Alih-alih membaca buku, saya akan membawa Anda ke sana untuk merasakan sensasi berada di Makkah. Anda dapat mewujudkan apa yang terjadi melalui jembatan abadi masa lalu, sekarang dan masa depan," ujarnya.

Berita Terkait