Sunday, 9 Jumadil Akhir 1439 / 25 February 2018

Sunday, 9 Jumadil Akhir 1439 / 25 February 2018

Lintasarta Gandeng Kazee, Tawarkan Analisis Media

Kamis 29 December 2016 22:05 WIB

Red: Irwan Kelana

Manajemen Lintasarta berfoto bersama dengan tim Kazee dan LPiK ITB saat penandatangan MoU antara Lintasarta dengan Kazee di Jakarta, Selasa  (13/12/2016).

Manajemen Lintasarta berfoto bersama dengan tim Kazee dan LPiK ITB saat penandatangan MoU antara Lintasarta dengan Kazee di Jakarta, Selasa (13/12/2016).

Foto: Dok Lintasarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) menjalin kerja sama dengan Kazee yaitu startup yang mengembangkan platform untuk melakukan analisis berbagai media seperti social media, forum, media berita, dan media online lainnya. Kazee berasal dari kata bahasa Indonesia yaitu kata “kaji” yang bermakna analisis, memahami atau mengetahui lebih lanjut.

Siaran pers Lintasarta yang diterima Republika.co.id, Selasa (27/12/2016) menyebutkan, Kazee adalah startup asli Indonesia yang sebelumnya bernama CHARM (Customer Handling, Analytic and Relationship Management). CHARM  merupakan salah satu startup terbaik program Lintasarta Appcelerate 2016 yang diadakan oleh Lintasarta dan LPIK ITB. CHARM telah melakukan re-branding melalui soft launching menjadi Kazee pada 13 Desember 2016 lalu.

Dengan soft launching dan bekerja sama dengan Lintasarta, Kazee bertujuan untuk memperkenalkan platform media analytics kepada pelaku bisnis baik B2B (business to business)  maupun Pemerintah. “Saat ini, Kazee telah digunakan oleh beberapa perusahaan baik BUMN, swasta dan pemerintah kota untuk uji coba,” ungkap Founder Kazee Ariya.

Ariya menambahkan, Kazee dengan mottonya “media analytics is easy” bermaksud untuk membantu perusahaan melakukan analisis berbagai media dengan lebih mudah dan murah. “Peluncuran ini merupakan sebuah sinyal dan langkah awal yang menyatakan bahwa Kazee siap bersaing dengan berbagai perusahaan media analytics lainnya di Indonesia maupun di kancah global,” ujar Ariya.

Ariya menekankan,  Kazee hadir untuk melakukan disrupsi pasar media analytics di Indonesia dengan model bisnis media analytics as a service yang pertama di Indonesia, yaitu layanan berlangganan analisis media sesuai kebutuhan. “Keunggulan yang ditawarkan Kazee adalah perusahaan dapat menentukan sendiri harga dan fitur yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan,” tutur Ariya.

Strategy & Business Development General Manager Lintasarta Teddy Sis Herdianto mengatakan Lintasarta sangat senang bisa bergandengan tangan dengan Kazee. “Kami bangga karena Kazee merupakan karya anak bangsa salah satu pemenang Appcelerate 2016, memberikan solusi analytics data untuk kebutuhan di industri,” ujar Teddy.

Teddy menambahkan, kerja sama antara perusahaan rintisan, Lintasarta dan LPIK ITB ini, merupakan salah wujud kontribusi Lintasarta terhadap program pemerintah dalam memajukan ICT di Indonesia.

Kazee saat ini masih terus dikembangkan dan telah tersedia aplikasi Kazee versi mobile untuk Android. “Ke depannya Kazee akan mengembangkan aplikasi mobile versi iOS dan siap untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar yang bermain di pasar Big Data Analytics,” ungkap Ariya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA